EKONOMI

Pokdarwis Penggerak Utama Wisata Bahari Konservasi Oesina

OELAMASI, Kilastimor.com-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), merupakan kumpulan perwakilan unsur masyarakat dari empat wilayah dusun di Desa Lifuleo.

Pokdarwis ini juga merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah Desa (Pemdes) Lifuleo dalam upaya konservasi ekosistem laut atau penggerak utama wisata bahari konservasi Oesina. Pokdarwis ini, dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa No. 4/SKEP/2015, tentang Badan Pengurus Pokdarwis dan diperkuat dengan SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, tahun 2016.

Inilah hasil kerja keras Pokdarwis di Oesina.

Inilah hasil kerja keras Pokdarwis di Oesina.

Hal tersebut, dijelaskan oleh Ketua Pokdarwis desa Lifuleo, Oktaf Saketu, pada Rabu (8/3) lalu, dalam kegiatan diskusi terbatas bersama media, yang bertajuk Best Practice Inisiatif Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Warga (INGA WISATA) yang Responsif Lingkungan Dan Ekosisitim Laut di Desa Lifuleo.

Oktaf melanjutkan, sejak dibentuk dan di SK-kan, Pokdarwis ini menjadi penggerak utama wisata bahari konservasi Oesina. Dalam hal ini, Oktaf menjelaskan, Pokdarwis telah melakukan beberapa kegiatan.

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pembersihan lokasi wisata melalui kerja gotong-royong yang secara rutin dilakukan setiap hari Jumat, hingga saat ini. Selain itu, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, secara swadaya Pokdarwis membuat berbagai sarana sederhana bagi pengunjung.

“Melalui Pokdarwis, secara swadaya, kami memastikan dan menyediakan kenyamanan serta keamanan bagi pengunjung, ketika datang dan menikmati Oesina. Sehingga, kami berinisiatif membuatkan berbagai sarana pendukung yang dapat dikerjakan secara swadaya,” jelas Oktaf.

Baca Juga :   Embung Jebol Belum Diperbaiki, Warga Leosama Kecewa

Oktaf juga mengisahkan, bahwa selain swadaya, dirinya bersama anggota Pokdarwis, telah memperjuangkan dana untuk menunjang upaya pengembangan wisata bahari konservasi Oesina. Menurut Oktaf, secara program dan penguatan kapasitas, Pokdarwis didukung oleh TNC dan Bengkel APPeK. Sedangkan, berdasarkan pembiayaan atau keuangan pengembangan, maka Pokdarwis membangun jejaring kerjasama dengan BKKPN.

Sementara itu, mewakili Kepala desa Lifuleo, Lukas Oktovianus Sanga, sekretaris Desa Lifuleo, pada kesempatan ini juga, menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan pembentukan Pokdawis sejak tahun 2015. Lukas menjelaskan bahwa selain SK, Pokdarwis ini juga diperkuat dengan peraturan desa (Perdes) Nomor 4 tahun 2016, tentang pungutan usaha pariwisata.

Selain itu menurut Lukas, melalui moment musrenbang desa, Pokdarwis mampu memperjuangkan usulan kegiatan/program konservasi dan penataan lokasi wisata, sehingga pemdes Lifuleo, melaui APBD dapat mengalokasikan dana untuk mendukung Pokdarwis ini.

Untuk diketahui bahwa, walaupun wisata bahari konservasi Oesina, hampir dan setiap Sabtu dan Minggu dikunjungi oleh banyak wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi sarana jalan raya menuju lokasi wisata belum menunjang. Tentang sarana jalan raya ke lokasi wisata Oesina ini, hal senada yang disampaikan oleh Oktaf dan Lukas sangat berharap perhatian pemerintah Kabupaten dan Provinsi. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top