EKONOMI

Satgas Pamtas RI-RDTL Panen Ubi Ungu. Semua Hasil untuk Warga Takirin

ATAMBUA, Kilastimor.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang dan warga Desa Takirin melakukan panen bersama ubi ungu di Pos Fatubesi, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Rabu (1/3/2017).

Panen Ubi Ungu.

Panen Ubi Ungu.

Panen bersama ubi ungu di atas lahan kurang lebih satu hektare yang terletak di Dusun Lo’okeu dihadiri Dansatgas Yonif Raider 641/BRU, Danki Dafala, Kepala Desa Takirin, Babinkamtibmas Polsek Tastim serta kurang lebih seratus warga Takirin yang tinggal berbatasan langsung dengan Fatumea, Distric Kovalima-Timor Leste.

Hasil panen bersama ubi ungu Satgas dan warga Takirin kurang lebih mencapai 200 kilo. Selesai melakukan panen ubi ungu hasil budidaya anggota Pos Fatubesi ini langsung dibagi-bagikan kepada warga setempat secara cuma-cuma dibawa pulang ke rumah.

Kepala Desa Takirin, Yosef Nahak kepada media menyampaikan limpah terima kasih kepada Satgas Yonif Raider 641/Bru yang telah mengundang warga melakukan panen bersama ubi ungu dan membagikan seluruh hasil panennya kepada warga.

“Budidaya ubi ungu yang dilakukan anggota Pos Fatubesi membawa dampak positif bagi warga. Sekarang ini warga juga sudah mulai tanam di masing-masing rumah dan siap dipanen,” ujar dia.

Dikatakan, Pemerintah Desa bersama warga selalu mendukung seluruh kegiatan anggota di Pos Fatubesi. Hubungan warga bersama anggota dalam kehidupan sehari-hari sangat baik dan akrab. Selama ini anggota Pos Fatubesi selalu terlibat dalam berbagai kegiatan Pemerintah Desa maupun warga.

Baca Juga :   Sopir Truk Lolos dari Laka Tunggal di Tulamalae, Atambua

“Warga dan anggota Pos Fatubesi sudah seperti keluarga. Kita harap apa yang sudah dilakukan Satgas dengan budidaya ubi ini bisa dilanjutkan oleh Satgas baru yang akan diganti,” ujar Nahak.

Masih menurut dia, selain ubi ungu Satgas sebelumnya juga tengah membantu warga dengan melakukan pendampingan budidaya bawang merah seperti yang sudah dilakukan di budidaya ubi ungu. Warga ingin mengembangkannya dalam jumlah yang banyak, tapi terkendala dengan pasaran.

“Sebenarnya warga ingin kembangkan ubi ungu dalam jumlah besar, tapi kendala kita pasaran yang sulit. Warga hanya bisa budidaya sebatas untuk dikonsumsi keluarga saja,” papar Nahak.

Sementara itu Danpos Fatubesi, Lettu Inf. Wiranto menuturkan, budidaya ubi ungu telah dilakukan anggotanya sejak bulan November tahun lalu. Adapun, selain budidaya, bibit ubi ungu juga dibagi-bagikan kepada warga setempat untuk dikembangkan masing-masing di rumah. “Lahan ubi ungu hampir satu hektare. Kita tanam sejak bulan November lalu, dan hasil panen ubinya kita langsung bagikan untuk warga setempat,” tutur Wiranto. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top