TIMOR

Terisolir, Dua Dusun di Desa Dirma Perlu Mendapat Perhatian

BETUN, Kilastimor.com-Dua dusun di Desa Dirma, Kecamatan Malaka Timur terisolir di musim hujan. Hal ini dikarenakan tidak adanya akses jalan ke dua dusun tersebut.

Pit Akun

Pit Akun

Kepala Desa Dirma Petrus Laka Banunaek yang ditemui kilastimor.com pada, Kamis (30/3) yang ditemui di rumah kediamannya tak menapik hal tersebut. Pria yang biasa disapa Pit Akun ini menjelaskan bahwa Dusun Kakiba dan Dusun Hanase merupakan dusun yang terisolir. Hal ini dikarenakan topografi dari kedua dusun itu.

Pit Akun menuturkan bahwa ketika Kabupaten Malaka masih bergabung dengan Kabupaten Belu, Dua dusun ini berada di seberang Sungai Baen. Tidak ada akses jalan danjuga jembatan ke daerah tersebut. Ketika musim hujan tiba, maka dua dusun ini susah untuk di jangkau. Kalau pun bisa maka kita hanya bisa mengambil jalan panjang melalui Nunponi ke Nakre`u melewati Uaba`u. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke dua dusun ini dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang berada di tengah hutan.

“Pada tahun 2004 terjadi hujan lebat dan banjir yang hebat di Sungai Baen. Saat itu, penyakit kolera menyerang masyarakat dan menewaskan 4 orang warga Dusun Kakiba. Tim medis tidak bisa ke daerah sana karena tidak ada akses jalan,”kenang Pit Akun yang kala itu menjabat sebagai Kepala Desa.

Selain masalah kesehatan, akses pendidikan pun menjadi salah satu kendala di dua dusun ini. Jika terjadi banjir saat musim hujan, maka anak-anak yang bersekolah di Dusun Boas tak dapat ke sekolah.
Pit Akun bersyukur karena dengan dipisahkannya Kabupaten Malaka dari Kabupaten Belu, beberapa desa sudah mulai membuka jalan menuju dusun-dusun yang terisolir. Saat ini sudah ada akses jalan dari Desa Wemeda menuju Notekusa yang berbatasan langsung dengan kedua dusun ini.

Baca Juga :   Kelurahan Rinbesi Raih Juara I Lomba Pohon Natal

Karena itu, beliau akan membuka jalan baru sepanjang 1.5 kilo meter dengan menggunakan dana desa. Paling tidak, saat terjadi sesuatu yang sangat mendesak, masyarakat dapat pergi mencari pertolongan melalui jalan yang sudah direncanakan ini.

Beliau juga berencana untuk membangun sebuah jembatan gantung di Sungai Baen. Namun karena anggaran yang minim untuk tahun ini, maka jembatan gantung ini akan dikerjakan pada tahun depan dengan manggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).

Selain dua permasalahan di atas, masyarakat di dua dusun ini keluhkan soal penerangan. Sampai saat ini, belum ada listrik di kedua dusun itu. Karena itu, Pit Akun sudah merencanakan untuk pengadaan lampu sehen. Beliau berencana untuk segera membeli lampu sehen dan membagikannya kepada masyarakat yang belum memiliki listrik.

“ADD bukan untuk kepala desa. ADD untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat,” tegas Pit Akun. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top