RAGAM

Banjir Benenain Genangani Tiga Kecamatan di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Banjir Benenain kembali terjadi pada Minggu (2/4). Kali ini debit banjir lebih hebat dibandingkan banjir Benenaian beberapa hari sebelumnya.
Banjir yang terjadi menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Malaka dan menimbulkan kerugian yang besar di masyarakat.

Banjir Benenain terjang rumah warga.

Banjir Benenain terjang rumah warga.

Sebelumnya diberitakan banjir Benenain sebelumnya yang terjadi pada, Kamis (27/3) menggenangi empat desa di Kecamatan Malaka Tengah. Sedangkan banjir Part II ini menggenangi Tiga kecamatan yaitu Kecamatan Malaka Tengah, Weliman, dan Malaka Barat.

Kades Terpilih Desa Wederok, Virgilius Tahu Nahak mengatakan ada kima desa di Kecamatan Weliman sendiri yang terendam banjir. Kelima desa itu adalah Desa Wederok, Lamudur, Forekmodok, Kleseleon, dan Motaulun.

Pria yang akrab disapa Linus ini bercerita bahwa bahwa sekitar pada pukul 06.39 banjir mulai masuk ke rumah Warga Desa Wederok setinggi satu meter.

“Warga yang panik berlari mencari anak-anaknya. Ada warga yang repot mengemas peralatan rumah tangganya. Ada pula yang sibuk mencari binatang peliharaannya,” kisah Lius.

Lius menjelaskan bahwa ada dua titik luapan banjir itu. Titik pertama ada di Dusun Laenain. Sedangkan, titik kedua ada di Dusun Dualaran. “Dari dua titik ini, banjir mulai masuk ke perumahan melalui perkebunan warga,” paparnya.

Menanggapi laporan dari warga, Camat Weliman Anselmus Nahak langsung datang ke lokasi. Beliau datang dan memberi penguatan kepada warganya yang menjadi korban banjir.

Banjir Benenain hancurkan padi milik warga.

Banjir Benenain hancurkan padi milik warga.

Beliau meminta kepada seluruh perangkat desa agar segera mendata kerugian yang dialami masyarakat. Makin hingg saat ini pemerintah desa belum bisa memastikan berapa banyak kerugian yang dialami masyarakat. “… yang pasti jagung yang hampir siap dipanen habis direndam banjir. Lumpur di kebun juga sedalam paha orang dewasa. Jadi kami tidak bisa ke kebun untuk lihat jagung kami,” ujar Lius.

Baca Juga :   Pemkab Malaka Siap Hibahkan Tanah untuk Mess Polsek Weliman

Bagi Lius, masyarakat saat ini jangan terlalu berharap pada pemerintah karena banjir part II ini menggenangi banyak wilayah di Kabupaten Malaka. Pemda Malaka memiliki keterbatasan tenaga dan anggaran. Karena itu, dia menghimbau agar perlu ada kerja sama yanf baik antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi banjir.

“Jangan hanya harap pemerintah saja. Masyarakat perlu bergotong royong mengatasi banjir karena baik untuk kita semua,” ujarnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top