RAGAM

Jelang Hari Buruh, Disnaker dan SPSI Belu Gelar Jalan Sehat. Tefa: Dinas Teknis Harus Awasi Upah Buruh

ATAMBUA, Kilastimor.com-Jelang May Day atau Hari Buruh Internasional, ratusan buruh, staf PNS Pemkab Belu, Polres Belu, Kodim 1605/Belu dan karyawan, BUMD, BUMN menggelar aksi jalan sehat.

Jalan sehat jelang hari Buruh di Atambua.

Jalan sehat jelang hari Buruh di Atambua.

Aksi jalan sehat ratusan warga menyambut May Day yang digagas Dinas Tenaga Kerja Belu kerjasama dengan DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Belu dimulai dari lapangan umum Atambua, dilepas oleh Sekda Belu, Petrus Bere dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Propinsi NTT, Stanis Tefa, Jumat (28/4/2017), pukul 06.00 Wita.

Adapun rute jalan sehat dimulai dari lapangan umum menuju Telkom lalu ke arah toko Daya Pasar Lama belok lurus menuju Romei Teather belok kanan apotik Sumber Sehat. Kemudian belok kanan menuju tuguh simpang tiga selamat datang, belok kanan lurus bundaran simpang lima, hotel Liurai belok kanan finish lapangan umum.

Ketua KSPSI NTT, Stanis Tefa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Belu yang telah mendukung DPC SPSI Belu melaksanakan kegiatan aksi jalan sehat menyambut Hari Buruh sedunia tanggal 1 Mei mendatang. Di NTT khusunya di Belu kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan.

“Hari buruh tidak harus turun ke jalan untuk aksi demo. Tapi hari dimana kita bangun kebersamaan dan kemitraan. Manakala ada masalah dengan pekerja itu ada jalur tempuh lainnya,” ujar dia.

Baca Juga :   Hadapi Piala Gubernur NTT, PSSI Malaka Jaring 30 Pemain Muda

Menurut Tefa, untuk tahun 2017 upah minimun pekerja (UMP) sebesar Rp. 1.525.000. Diharapkan pekerja dan serikat pengurus itu mitra bukan rival. Selama ini yang timbul permasalahan itu adalah hak-hak para pekerja.

“Para pengusaha seperti Apindo wajib untuk ikut sertakan para pekerja dalam program BPJS tenaga kerja bersama pengusahaan. Ada tiga hal penting yaitu program BPJS yakni, kecelakaan kerja, pensiun dan masa tua. Harus diikutkan sertakan pekerja dalam asuransi program tersebut,” jelas Tefa.

Lanjut Tefa, di wilayah NTT banyak terdapat kasus TKI dan trafficking. Hal ini disebabkan salah satu faktor curah hujan yang tidak tetap. Sehingga membuat warga pergi mencari kerja tidak mengikuti prosedur yang ada. Karena itu diharapkan agar warga yang ingin mencari kerja mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

“Kita minta agar Dinas teknis untuk selalu lakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pembayaran upah para pekerja agar sesuai UMP yang telah ditentukan,” pinta dia.

Kesempatan itu BPJS ketenaga kerjaan melalui Sekda Belu menyerahkan santunan kepada alm. Yosef Palan tenaga kerja di toko Cipta Bangunan sebesar Rp. 27.844.157 diterima langsung isterinya. Acara tersebut dimeriahkan juga dengan senam zumba dan penarikan undian dorprize bagi para peserta aksi jalan sehat. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top