HIBURAN

Kemenparekraf Jadikan Belu Kota Festival. Lusinan Program akan Diluncurkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pada tahun 2017, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan lebih dari satu lusin program untuk Kabupaten Belu, dalam rangka mempromosikan potensi wisata yang dimiliki daerah Belu.

Pihak Kemenparekraf pose bersama Bupati Belu dan Forkopimda.

Pihak Kemenparekraf pose bersama Bupati Belu dan Forkopimda.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Pasifik Asia Tenggra Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu pada penutupan Wonderdul Indonesia Atambua adventure off road 2017 di lapangan umum, Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste, Minggu (23/4) malam.

Hadir pada acara penutupan itu, Bupati Belu, Ketua DPRD TTS, Dandim 1605/Belu, Wadansatgas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wrt, Kadis Pariwisata dan Perwakilan IMI NTT.

Menurut dia, dalam tahun ini telah diprogram beberapa acara yang akan dirayakan bersama Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Belu. Kementerian memiliki target yang besar untuk perbatasan NTT khususnya di perbatasan Belu untuk mendatangkan wisatawan mancana negara maupun pergerakan wisatawan nusantara.

“Acara yang pertama kita inisiatif adventure. Tentunya kami sudah melihat animo besar peserta 50-an lebih dan ini merupakan awal yang sangat baik,” ujar Vinsen.

Lanjut Vinsen, kami menyadari bahwa promosi seminggu kurang cukup dan tanggungjawab di kami untuk kegiatan kedepan kita perlu promosi yang sedini mungkin atau jauh hari dan juga merupakan tugas dan tangung jawab bersama.

Tugas dari Kementerian untuk menggaungkan semuanya sampai Desember nanti melalui berbagai tugas atau alat promosi maupun promosi dari mulut ke mulut atau melalui media. Karena itu tetap memberikan semangat kepada kabupatan Belu, bahkan juga kabupaten tetangga yang nota bene berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Baca Juga :   Paket AMAN dan VENNA Paling Aktif Bersosialisasi, Greg Mau Billi-Servas Manek Mulai Pasang Spanduk

Hingga bulan Desember Kementerian memiiki selusin kegiatan yang akan dilakukan setiap bulan. Hal itu untuk tetap mempertahankan kota Atambua sebagai kota festival. Sudah ada komitnem dari pak Bupati Belu bahwa Belu kota festifal dan Kementerian siap memfasilitas membantu keterbatasan daerah.

“Apapun bentuknya kegiatan yang sifatnya kuliner, budaya atau giat lainnya disepanjang 2017 Pak Menteri sangat mendukung untuk jadikan Atambua kota festival di perbatasan. Tahun depan 2018 akan memperluas kegiatan baik peserta dari kegitan off road maupun lainnya. Kita komitmen akan selalu mendukung program di perbatasan Belu,” pungkas Vinsen. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top