RAGAM

Pemkab Malaka Gelar Musrenbang. Bupati: Usulan Harus Disesuaikan dengan Dana APBD dan Tidak Muluk-muluk

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sambutannya ketika membuka musrenbang tingkat kabupaten di aula kantor bupati malaka, Jumat, (31/3/2017), meminta program usulan dalam musrembang tidak muluk-muluk. Karena itu, usulan dalam musrembang harus disesuaikan dengan ketersedian dana dalam APBD.

Kegiatan Musrenbang Kabupaten Malaka.

Kegiatan Musrenbang Kabupaten Malaka.

Bria Seran mengatakan anggaran APBD Kabupaten Malaka sebesar 900 miliar lebih untuk tahun 2017. Dari total anggaran tersebut, 500 miliar digunakan untuk operasional pembiayaan SKPD termasuk pembayaran gaji pegawai Rp 250 miliar merupakan dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari APBN sehingga tidak bisa diotak-atik. Dana yang tersisa hanya sekitar Rp 150 miliar yang bisa diotak-atik untuk pengerjaan program usulan musrenbang.

“Jangan usul yang muluk-muluk tetapi kita tidak bisa kerja. Usulan harus disesuaikan dengan anggaran APBD kita sehingga kita kerjakan tuntas,” tegas Stef Bria Seran.

Stef Bria Seran mengatakan pada tahun 2016 lalu pemerintah Kabupaten Malaka mendapatkan pujian karena tidak ada proyek siluman. Semua yang direncanakan melalui musrenbang dan ditetapkan dalam APBD 2016 itulah yang dikerjakan.

“Saya senang karena untuk Kabupaten Malaka tidak ada proyek siluman. Apa yang kita kerjakan pada tahun 2016 lalu merupakan hasil usulan musrembang tahun 2015. Tidak ada proyek yang dikerjakan tanpa melalui tahap pembahasan melalui musrembang,” tutur Bria Seran.

Dirinya menegaskan dalam pelaksanaan program kerja pada tahun 2018 mendatang tetap menitik beratkan pada dua hal yang mendasar. Pertama, program yang dilaksanakan pemerintah harus mampu menyelesai persoalan yang dialami masyarakat. Dan kedua, program yang dijalan harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :   Jaksa Periksa Para Saksi Terkait Kasus Cool Storage DKP Belu

“Saya ingatkan, program usulan dalam musrenbang ini harus memiliki 2 sifat. Pertama, menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat dan kedua memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau diluar dari dua hal tersebut saya coret,” tegasnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top