HUKUM & KRIMINAL

Polres Kupang Amankan Dua Truk dan 24 Sepeda Motor yang akan Didelundupkan ke Timor Leste. Ini motifnya

OELAMASI, Kilastimor.com-Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK,Membeberkan hasil operasi penggagalan penyelundupan sepeda motor dan mobil di wilayah Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikan Adjie kepada kilastimor.com, di ruang kerjanya pada Selasa (11/4).

Ini barang bukti sepeda motor yang diamankan Polres Kupang.

Ini barang bukti sepeda motor yang diamankan Polres Kupang.

Adjie mengatakan, operasi tersebut dilakukan oleh Polres Kupang bekerjasama dengan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut Bolok, pada Minggu, 2 April 2017 lalu. Adjie bersama timnya saat itu, dengan cepat bertindak setelah mendapatkan laporan, terkait adanya pengiriman sepeda motor yang hendak diselundupkan ke Timor Leste melalui Atambua.

“Setelah mendapatkan laporan, saya bersama tim melakukan koordinasi dengan KP3 Laut Bolok, secepatnya melakukan operasi. Setelah dicek ternyata benar ada barang bukti yang dikirim melalui ekspedisi laut,” Beber Adjie.

Adjie menambahkan, dalam operasi tersebut timnya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni 24 sepeda motor yang bernomor polisi Bali dan 2 buah truk yang bernomor polisi Surabaya. Sementara barang bukti tersebut dikirim menggunakan jasa pengiriman Ekspedisi Perdana Jaya.

Menurut Adjie, dari 24 sepeda motor yang ditahan, ada yang sudah dikembalikan. Dimana sepeda motor yang dikembalikan dibuktikan dengan surat-surat yang lengkap, seperti STNK, BPKB dan disesuaikan dengan listing pengiriman yang ditunjuk oleh pemilik sepeda motor. Sedangkan 2 truk yang masih ditahan masih menunggu pembuktian.

Dua unit truk ini diamankan Polres Kupang.

Dua unit truk ini diamankan Polres Kupang.

“Hingga saat ini kami masih menunggu proses pembuktian. Jadi, apabila tidak ada surat-surat yang lengkap, maka terindikasi kendaraan tersebut adalah benar barang penyelundupan. Karena semuanya tujuan pengirimannya adalah Atambua,” jelas Adjie.

Baca Juga :   Turnamen FOSMAB Cup: Cukur Kota Kupang 7-0, Immala Lolos Semifinal

Terkait proses hukum apabila terindikasi penyelundupan atau penggelapan, menurut Adjie, sesuai dengan nomor polisi dari daerah Bali dan Surabaya, pihak Polres akan berkoordinasi dengan Polda setempat. Karena menurut Adjie, otoritas penindakan hukumnya adalah daerah pengiriman. Sedangkan Kupang hanya menjadi daerah tujuan penyelundupan saja.

“Selama ini kasus penggelapan terjadi dengan modus, mobil atau sepeda motor dipinjam, kemudian dikirim ke sini. Sehingga ketika kita tangkap kita cek surat-suratnya dan kalau tidak lengkap kita tahan, sedangkan yang menindak secara pidana adalah daerah asal barang. Dan, biasanya setelah satu bulan, kita lacak daerah asalnya, kemudian kita berkoordinasi dengan Polda setempat untuk ditindak,” jelas Adjie.

Menurut Adjie, selama ini pihak Polres Kupang, berupaya melakukan tindakan pencegahan. Karena indikasinya selama ini adalah penyelundupan ke Negara Timor Leste melalui daerah perbatasan seperti Atambua.

Jika tidak dilakukan pencegahan selagi berada di Wilayah Indonesia, maka ketika barang tersebut sudah tiba di Timor Leste, maka tidak bisa ditindak lagi, karena sudah beda yuridiksi. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top