HUKUM & KRIMINAL

Rumah Yan Fangidae Disatroni Maling. Laptop dan HP Hilang

OELAMASI, Kilastimor.com-Rumah Yan Fangidae, Warga RT32/RW 11, Kelurhan Oesao, Kecamatan Kupang Timur digasak pencuri. Akibatnya, sebuah Laptop dan Hanphon (HP) Android hilang. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/4) pagi.

Menurut Yan, peristiwa kecurian ini terjadi sekira pukul 02.00 atau 03.00 wita pagi. Dimana dirinya sekeluarga sedang lelap tertidur. Yan menjelaskan, dirinya baru menyadari dalam rumahnya kecurian, dimana ketika dirinya bangun untuk doa pagi, yakni pukul 05.00 wita pagi.

“Awalnya, sekira pukul 05.00 wita pagi, saya bangun doa saya tidak menyadari kalo kami kemalingan. Baru selang 30 menit setelah istri saya bangun baru dia kaget, kalau HP dan laptop yang dicas di ruang tamu tidak ada. Kemudian saya perkirakan pencuri masuk pukul 02.00 atau 03.00 wita, karena kami sekeluarga baru bisa tidur pukul 01.00 wita,” jelas Yan.

Setelah mengetahui laptop dab HP-nya hilang, Yan kemudian memeriksa, bagaimana pencuri yang dimaksud masuk. Dimana menurut Yan, diperkirakan pencuri masuk ke rumanya melalui pintu depan, karena tidak dikunci dan hanya bisa ditahan dengan paku dari dalam rumah.

Yan menjelaskan, kemungkinan pencuri masuk dengan cara membuka jendela, kemudian melalui jendela, pencuri membuka pintu.

Yan mengatakan bahwa, saat ini peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polres Babau, yakni pada pukul 06.30 wita pagi setelah Yan mengetahui dirinya kecurian. Yan menambahkan bahwa, selang 30 menit kemudian, pihak polres langsung turun ke TKP untuk melakukan penyidikan berupa bukti sidik jari dan bekas kaki pelaku.

Baca Juga :   Pemkot Kupang Sosialisasi Perwali Sebagai Penjabaran Perda Kearsipan

Sementara itu, dugaan sementara Yan dan keluarga adalah oknum berinisial BR. Dimana menurut Yan, BR pernah tinggal di rumahnya pada tahun 2013-2014. Sempat BR di keluarkan dari rumah, karena BR suka mencuri.

Menurut Yan, dugaannya sangat kuat, karena hanya orang-orang seperti BR atau keluarganya di sekitar, yang tau pintu mereka yang sedikit bermasalah.

“Saya duga BR, karena anak ini pernah tinggal di rumah dan tangan panjang. Kemudian dia juga tahu pintu di rumah rusak dan hanya dibuka dari dalam,” jelas Yan.

Menurut Yan, BR sempat dijemput di bilangan Kelurahan Tua Tuka untuk melakukan penyidikan, tetapi pihak reskrim yang khusus menangani sidik jari sudah pulang. Kasat Reskim Polres Kupang, saat dikonfirmasi kilastimor.com, terkait peristiwa ini, tidak berada di tempat. Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih dalam penyidikan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top