RAGAM

Tergerus Longsor, Jalan El Tari Terancam Putus

ATAMBUA, Kilastimor.com-Hujan yang mengguyur wilayah Belu dalam sepekan terakhir mengakibatkan sebagian fasilitas umum rusak, seperti bagian ruas jalan pada dua jalur El Tari menuju Kantor Bupati Belu terancam putus.

Inilah kondisi jalan El Tari di Atambua.

Inilah kondisi jalan El Tari di Atambua.

Diabadikan media, Jumat (31/3/2017) kondisi jalur protokol yang terletak di RT 39, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste ini mengalami amblas dan longsor. Bahu jalan raya putus kurang lebih dua meter masuk ke poros jalan. Terlihat batu disusun mengelilingi jalan itu sebagai tanda ada kerusakan jalan bagi pengemudi kendaraan yang melintas.

Rusaknya jalan utama menuju Kantor Bupati itu disebabkan buruknya drainase atau saluran drainase putus tidak tersambung sehingga tidak berfungsi secara baik. Akibatnya saat hujan air yang deras tidak mengalir lancar mengikis mengikis tanah sehingga terjadi longsor.

Terpisah Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan yang dikonfirmasi media usai kegiatan LPMTI di Hotel Nusa 2 mengatakan, kerusakan jalan utama menuju Kantor Bupati akan segera ditangani. Seharusnya tadi bersama Dinas PU ke lokasi, namun bertabrakan kegiatan ini, tapi tadi saya melihat Kepala Dinas sudah turun ke lokasi melihat jalannya.

“Jalan itu dulu berlubang. Didalam pertemuan dengan Pak Wellem Foni, saya katakan, kita omong tentang Belu tapi menuju Kantor Bupati jalan protokol seperti itu kok nonton,” ujar dia.

Baca Juga :   Terkait Hutang Adat, Dominggus Tega Bacok Adik Ipar di Fohomea. Ini Kronologisnya

Kondisi jalan tersebut jelas Ose, sudah tiga tahun lalu tapi respeknya tidak ada. Bicara tentang sesuatu untuk Belu tapi hal nyata yang ada di depan mata kita tidak ada perhatian untuk diperbaiki.

“Jalan itu menjadi perhatian serius karena jalur utama ke Kantor Bupati. Apalagi jalannya sudah amblas kalau tidak berbahaya. Paling tidak dengan penanganan darurat sehingga kerusakannya tidak melebar,” kata dia.

Mantan Sekda itu jelaskan, selain jalan amblas itu, nampak penahan yang terdapat pada jembatan dua jalur dekat tugu petani (gerbades) mau anjlok. Kondisi itu mengancam kos-kosan milik warga yang berada di pinggir kali.

“Penahan di jembatan bawah dekat tugu petani itu harus ditangani darurat. Itu harus dibronjong kalau tidak kosnya bisa rubuh,” tegas Ose. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top