HUKUM & KRIMINAL

Terjerat Kasus Dugaan Korupsi Embung Mini, Kadis PU Sabu Raijua Ditahan

KUPANG, Kilastimor.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), Lay Rohi ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melalui Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus.
Dia ditahan setelah dinyatakan terjerat kasus korupsi.

Lay Rohi

Lay Rohi

Lay Rohi dijerat dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 100 embung mini di Kabupaten Sarai, tahun anggaran 2012-2013 senilai Rp 5 milyar. Penahanan ini dilakukan pada Selasa (4/4) kemarin.

Lay dinyatakan sebagai tersangka, setelah diperiksa selama 7 jam, yakni sejak pukul 10.00 wita hingga pukul 17.00 wita. Benfrid Foeh, yang bertindak sebagai penyidik Tipidsus Kejati NTT, memeriksa Lay diruang Tipidsus Kejati NTT. Pantauan kilastimor.com, pada pukul 17.30 wita, setelah menjalani pemeriksaan, Lay sempat dibawa ke RS Bhayangkara Kupang, untuk dilakukan rekam medis. Hal ini dilakukan memastikan Kesehatan Lay, sebelum di tahan Penyidik.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Sunarta melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Shirley Manutede, kepada awak media membenarkan penahanan Kepala PU Sarai, Lay Rohi. Shirley mengatakan, tersangka ditahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Rp 5 milyar untuk pembangunan 100 embung di Kabupaten Sarai tahun anggaran 2012-2013.

“Benar, Tersangka LR, telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT. Tersangka dalam kasus ini, saat itu berstatus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Dinas PU Kabupaten Sarai,” jelas Shirley.

Baca Juga :   Penjabat Bupati Malaka Buka Kartu. Sembilan Bulan Memimpin, Dia Hanya Didukung Satu SKPD

Dia menambahkan, proyek tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sarai. Dimana, menurutnya, untuk 100 embung yang ada, dibagi lagi dengan anggaran Rp 50 juta/embung. Dirinya menegaskan bahwa, penyidik akan terus mendalami kasus ini. Sehingga, tidak menutup kemungkinan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 100 embung mini di Kabupaten Sarai ini, bisa melahirkan tersangka yang lain.

Untuk diketahui bahwa, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ray langsung digiring menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang untuk ditahan selama 20 hari kedepan, sambil menunggu pemberkasan, kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang, untuk disidangkan nantinya. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top