RAGAM

Umat Sukabiren Gelar Silentium Magnum pada Jumat Agung

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka menyambut “Tri Hari Suci”, maka Umat Kristiani Lingkungan St. Ignasius Loyola Sukabiren Paroki Sta. Maria Imaculata Katedral Atambua akan mengadakan beberapa kegiatan rohani. Kegiatan ini bertujuan untuk merenungkan kisah sengsara dan wafat-Nya Yesus Kristus.

Umat Sukabiren bergotong royong membuat taman doa.

Umat Sukabiren dibawah pimpinan Pius Fahik bergotong royong membuat taman doa.

Ketua lingkungan Sukabiren, Johanes Bria yang ditemui kilastimor.com mengatakan, pada Hari Jumad Agung (14/4) akan diadakan “Silentium Magnum” atau hening agung di Lingkungan Sukabiren. Silentium Magnum ini dimulai pada pukul 06.00 WITA hingga Sabtu (15/4) pukul 06.00 WITA.

“Untuk silentium magnum ini memang baru kita adakan di paroki Sta. Maria Imaculata bahkan di Keuskupan Atambua. Akan tetapi, pada jaman dahulu, hal ini sudah dilakukan oleh orang tua kita secara turun-temurun. Mereka bahkan tidak melakukan aktivitas apapun pada Jumad Agung”. Demikian tutur pria yang akrab disapa Anis itu.

Anis juga menjelaskan bahwa dahulu, kegiatan seperti ini sering dilakukan. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu dihidupkan kembali sebagai bentuk pembinaan secara tidak langsung kepada generasi muda saat ini.

Guna melancarkan acara ini, maka akan dipasang pengumuman di semua akses jalan masuk Lingkungan Sukabiren. Selain itu, para pengurus lingkungan pun telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk menutup semua akses jalan masuk ke lingkungan ini. Beberapa pemuda juga akan ditugaskan untuk berjaga di semua titik akses jalan masuk.

Baca Juga :   Immala dan Mahasiswa KKN Undana Gelar Baksos di SMPN Badarai. Kasek: Kita Beri Apresiasi

Dia menghimbau kepada Umat di lingkungan Sukabiren untuk menjaga ketenangan. Tidak ada bunyi-bunyian, tidak ada teriakan. Bagi yang berkendaraan bermotor, disarankan untuk mendorong kendaraannya sampai di luar lingkungan ini. Tujuannya untuk menghindari bunyi-bunyian. Selain itu, TV tidak dinyalakan, apalagi aktivitas judi dan miras. Intinya kita mengurangi atau bahkan tidak melakukan aktivitas yang paling tidak bisa kita tinggalkan.

Taman doa di Sukabiren dihiasi obor.

Taman doa di Sukabiren dihiasi obor.

“Jadi kita betul-betul hening untuk merefleksikan atau melihat diri kita seperti apa. Selama ini kita hiruk-pikuk seolah iman kita sangat gersang. Jadi inilah saat yang tepat untuk kita merenung sejauh mana besarnya iman kita, terutama dalam menghayati kisah sengsara dan wafat-Nya Yesus Kristus,” ujarnya.

Anis mengatakan, momen ini sangat baik untuk generasi muda karena selama ini generasi muda menganggap bahwa iman hanyalah sebuah formalitas. Karena itu, dengan kegiatan ini, para generasi muda lebih menghayati makna dari “pekan suci” ini.

“Kita akan buka Silentium Magnum pada Jumad Agung dengan doa bersama. Kemudian kita akan bagikan selebaran atau lembaran doa untuk didoakan dalam keluarga di rumah masing-masing,” ujar Anis.

Lanjutnya, pada hari Jumad Agung ini, semua umat diberi kesempatan untuk berdoa di taman doa yang telah dibuat oleh umat Lingkungan Sukabiren. Anis juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga terbuka bagi umat dari lingkungan lain yang ingin datang berdoa di taman doa dengan tetap menjaga ketenangan. “Aturan kita jelas dan itu berlaku untuk semua umat yang datang berziarah ke taman doa,” ujarnya.

Baca Juga :   Jelang Sekolah, SMAN Harekakae Betun Bakal Rapat dengan Orang Tua Siswa

Setelah itu, pada hari Sabtu Haleluya (15/4) akan dinyalakan lilin di sepanjang jalan utama dan di depan halaman rumah masing-masing. Tujuannya untuk mengenang kebangkitan Kristus dan juga memaknai kebangkitan Kristus. Untuk menutup hari, maka akan diadakan nonton bareng tentang kisah kebangkitan Kristus dan diakhiri dengan menyanyikan madah pujian.

“Kita juga akan menyanyikan aleluya hendel dan beberapa madah pujian lainnya yang sudah sudah dihafal oleh umat Lingkungan Sukabiren,” tutur Anis.

Pada hari Minggu Paskah (16/4), akan diadakan acara pencarian telur paskah dan menghiasi telur paskah oleh anak-anak SD. Bagi anak-anak SMP akan diadakan juga lomba melukis stiker pembatas Alkitab dengan mengambil salah satu ayat dalam Alkitab yang dijadikan pedoman hidup mereka.

“Karena ini sebuah lomba, maka akan diberikan hadiah bagi yang juara. Namun, yang paling penting bukan hadiahnya, tapi pada kemeriahan hari raya itu,” tuturnya.

Menanggapi kegiatan yang akan diadakan selama Tri Hari Suci, maka umat Lingkungan Sukabiren sangat antusias. Dewi Mali Mor, salah seorang umat dari lingkungan ini mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kita kembali merefleksikan diri kita dan semua perbuat yang sudah kita lakukan selama setahun yang berlalu.

Johanes Bria berharap agar semua umat Lingkungan Sukabiren terlibat aktif dan betul-betul menghayati kegiatan ini. “Artinya memang awalnya mereka merasa terpaksa karena keinginannya dibatasi. Namun, untuk membangkitkan kesadaran terkadang butuh sebuah ‘paksaan’ agar mereka dapat berubah,” harapnya. (richi anyan)

Baca Juga :   Dukung Gerakan Kupang Hijau, Wartawan Bersama Wali Kota Tanam Pohon
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top