RAGAM

Unik….Dekatkan Diri dengan Alam, Jalan Salib di Pantae Dilakukan di Kebun dan Alam Bebas

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Umat Katolik Stasi Pantae Paroki Manufui, Kecamatan Biboki Selatan, TTU, melaksanakan prosesi jalan salib sebagai bentuk mengenang kisah sengsara Yesus Kritus.

Pantauan Kilastimor.com, prosesi jalan salib ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda bahkan unik, karena segenap umat stasi pantae mengenang kisah sengsara Yesus Kristus dengan bersiarah menuju ke kebun, kandang ternak, danau, dan hutan yang diakhiri dengan misa serta penghormatan terhadap salib Yesus Kristus.

Jalan Salib di Pantae, TTU.

Jalan Salib di Pantae, TTU.

Romo Yulius Nesi Pr, seusai Jalan Salib Jumat Agung menjelaskan, jalan salib kali ini mengambil tema alam dengan tujuan menyadarkan umat, dimana Tuhan itu tidak hanya di dalam rumah ibadah tetapi Tuhan itu ada di mana-mana termasuk di kebun, tempat ternak, kolam, hutan dan lain lain.

“Kami mau mengajak umat untuk menghadirkan Tuhan dalam aktivitas dan pekerjaan mereka sehari hari. Dengan umat memiliki kesadaran bahwa Tuhan selalu ada dalam rutinitas mereka setiap harinya baik di kebun, ternak dan sebagainya maka setiap pekerjan yang mereka geluti akan penuh dengan rasa tanggung jawab” ujar bagian Ekonomi Keuskupan Atambua ini.

Romo Nesi menambahkan tahun 2017 dan 2018 Keuskupan Atambua mencanangkan tahun ekonomi.
“Karena tahun ini dan tahun 2018 dari keuskupan sudah mencanangkan sebagai tahun ekonomi maka masyarakat petani, peternak dan lainnya harus kita berdayakan dan kita dorong untuk setiap hasil kebun dan hasil peternakannya dapat bernilai ekonomis yang tinggi, tutupnya.

Baca Juga :   100 PNS di Kota Kupang yang Belum Registrasi Ulang PU-PNS

Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggaraan Paskah Stasi Pantae, Bernadus Usfinit menjelaskan bahwa paskah kali ini diikuti oleh dua desa yaitu Desa Pantae dan Desa Oenaem dan merupakan perayaan paskah pertama yang dilaksanakan di Kapela Stasi Pantae karena pada tahun sebelumnya perayaan paskah selalu berpusat di Paroki Manufui. “Ini paskah pertama di kapela kami sendiri yang melibatkan umat dua desa. Sebelumnya selalu berpusat di paroki”, jelas Kades Pantae ini.

Usfinit menambahkan, konsep jalan salib yang berupa siarah menuju kebun, sawah, ternak, hutan dan kolam ini baru pertama terjadi dan pihaknya berencana untuk melaksanakan setiap tahun secara rutin karena memiliki makna dan keunikan tersendiri.

“Partisipasi umat sangat luar biasa. Akan kami pertahankan prosesi seperti ini. Ini unik,” tuturnya. (stef)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top