RAGAM

24 KK di Desa Hasmetan Tastim Belum Miliki Jamban

ATAMBUA, Kilastimor.com-Menyukseskan program Menuju Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan, Kepala Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mengadakan sosalisasi “1 Rumah 1 Jamban”. Kegiatan yang diadakan di Balai Dusun Hasmetan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dengan menggunakan jamban keluarga.

Sosialisasi program satu rumah satu jamban di Hasmetan.

Sosialisasi program satu rumah satu jamban di Hasmetan.

Kepala Desa Takirin, Yosep Nahak dalam sambutannya mengatakan masyarakat desa perlu diajari bagaimana cara hidup sehat. Hal ini bukan tak beralasan. Dari 73 kepala keluarga yang ada di Dusun Hasmetan, ada 24 KK yang belum memiliki jamban. Menurut Yosep, ini bukanlah sebuah hal yang terpuji.

“Masyarakat desa perlu diajari hidup sehat. Dari 73 kepala keluarga, ada 24 kepala keluarga yang belum memiliki jamban.”, tutur Yosep.

Yosep mengatakan, beberapa masyarakat sudah terbiasa dengan pola hidup tidak sehat. “Setiap bangun pagi, mereka pergi duduk di bawah pohon yang berada di belakang rumah; ada juga yang pergi duduk di antara rerumputan dibelakang rumah hanya untuk membuang hajat. Lebih parahnya, mereka merasa nyaman dengan kebiasaan tersebut”, kisahnya.

Dari hasil diskusi dengan para warga, ada beberapa alasan dari para warga. Ada warga yang mengatakan bahwa posisi rumah tempat tinggal mereka yang berdempetan membuat mereka terpaksa hanya membuat satu jamban untuk beberapa kepala keluarga. Ada pula warga yang mengeluhkan soal konstruksi tanah bebatuan membuat mereka kesulitan membuat jamban.

Baca Juga :   Binmas Polres Kupang Gelar Mimbar Kamtibmas di GMIT Bet El Tatelek

Selain dua hal di atas, ada juga yang mengeluhkan soal kekurangan air bersih. Terkait dengan air bersih, Yosep tak menafikan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa pipa air di Dusun Hasmetan yang ditarik dari sumber mata air memang sudah ada sejak tahun 1986 dan belum pernah diganti. Karena itu, ia akan menambahkan pada ADD tahun 2018.

Narsi Marius, ST yang mewakili Dinas Kesehatan Kabuparen Belu meminta kepada masyarakat agar berubah pola hidup yang lama dengan buang air besar di sembarang tempat. Baginya, membuang hajat di sembarang tempat menjadikan ligkungan tidak sehat. Karena itu, ia meminta agar warga mau membuat jamban di rumahnya masing-masing.

Di penghujung acara, Yosep membuat kesepakatan dengan warga Dusun Hasmetan, khususnya mereka yang belum memiliki jamban agar sudah harus membuat jamban di rumahnya masing-masing. Mereka sepakat paling lambat, awal Juni semua sudah harus memiliki jamban dan akan diperiksa oleh aparatur desa.

“Kita lakukan ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Tujuannya untuk kesehatan kita semua”, ujarnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top