RAGAM

BPJS Kesehatan Adakan Gebyar Prolanis di Sukaerlaran

ATAMBUA, Kilastimor.com-BPJS Kesehatan Atambua mengadakan Gebyar Prolanis di tepi Pantai Sukaerlaran pada, jumad (19/5). Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

Kegiatan BPJS Kesehatan.

Kegiatan BPJS Kesehatan.

dr. Endartriana Simanjuntak selaku Kepala BPJS Kesehatan mengatakan bahwa Gebyar Prolanis merupakan kegiatan yang mempertemukan para penderita penyakit kronis atau yang masuk dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis BPJS Kesehatan yang dikelolah oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Jadi prolanis itu adalah cara media kami untuk menjaga para penyakit kronis itu bisa tetap hidup sehat, tetap bugar, dan tiak jatuh ke kondisi yang lebih parah”, jelas Endar.

Penyakit-penyakit yang masuk dalam prolanis ini adalah penyakit DM atau gula, stroke, hipertensi, asma, dan beberapa penyakit kronis lainnya. Tapi yang banyak saat ini adalah penyakit gula, hipertensi, dan stroke.

Para pengidap penyakit ini memiliki ketergantungann obat yang sangat berat. Mereka harus rutin mengkonsumsi obat setiap bulan bahkan setiap hari sesuai dengan dosis. Apabila para pengidap penyakit-penyakit ini tidak peduli dengan dirinya sendiri dan jatuh ke keadaan yang lebih parah, maka akan mengancam nyawa.

“Jadi, di polanis ini, para pengidap penyakit kronis dididik bukan hanya bergantung pada obat saja, tapi juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti olah raga dan melakukan pola hidup sehat”, ujar endar.

Baca Juga :   Evercoss Rilis 4G

Kegiatan ini menghadirkan dr. Oscar spesialis penyakit dalam sebagai pemateri. Kegiatannini juga diikuti oleh 20 tim dari kabupaten Belu dan Malaka.

“Selain kita menunjukan rasa peduli pada para pengidap penyakit kronis, kita juga mengikat tali persaudaraan di antara mereka. Mereka juga akan melakukan game edukasi”, kata Endar.

dr. Endar berharap agar para penderita penyakit kronis ini sadar akan pentingnya pola hidup sehat. Tujuannya agar penyakitnya tidak semakin memburuk. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat mengembangkan rasa persaudaraan di antara mereka. “Karena kalau sudah sakit gula itu, mereka sudah mulai merasa sedih atau tidak punya harapan hidup. Makanya kita pertemukan mereka semua yang mengalami sakit yang sama untuk saling menguatkan”, tutur Endar. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top