EKONOMI

Bulog Adakan Sosialisasi tentang Keberlanjutan Bumdes

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bulog Atambua bekerja sama dengan Pemda Belu dan BRI Cabang Atambua mengadakan Sosialisasi tentang Keberlanjutan BUMDes pada, Rabu (17/5).
Sosialisasi yang diadakan di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua ini bertujuan untuk memacu semangat para kepala desa untuk membentuk BUM Desa di desanya masing-masing.

Sosialisasi Bulog.

Sosialisasi Bulog.

Camat Raimanuk, Marius Loe yang hadir sebagai peserta dalam sosialisasi ini mengatakan sangat tertarik dengan tema yang diangkat dalam sosialisasi kali ini. Ia tertarik untuk mengembangkan Bumdes di kecamatannya.

“Kami akan ikuti sosialisasi ini sampai selesai karena ada pakar yang didatangkan dari Jakarta sebagai pematerinya. Nantinya kami akan tindak lanjuti di desa kami masing-masing”, ujar Marius.

Dalam sambutannya, Wili Lay menjelaskan tentang Bumdes. Menurutnya, Bumdes merupakan badan usaha milik desa. “Jadi perlu kita pahami, usaha apa yang harus kita kembangkan di desa melalui Bumdes? Sektor mana saja yang harus kita kembangkan?” kata Willy Lay membuka pikiran para peserta.

Pada saat kunjungan kerja Mentri PDT ke Kabupaten Belu pada bulan Agustus tahun lalu juga menyinggung soal Bumdes. “Bumdes suatu saat kelak dapat menjadi tulang punggung perekonomian di desa”, tuturnya.

Bicara soal Badan Usaha milik Pemda, Willy Lay menuturkan bahwa Pemda Belu juga memiliki BUM Pemda yang namanya Belu Bakti. Namun dia tak menafikan kalau saat ini Belu Bakti sedang mati suri.

Baca Juga :   Air Hujan Genangi Rumah Warga di Tubaki, Fatukbot

“Pemda Belu juga memiliki badanbusaha yang namanya Belu Bakti. Tapi saat ini sedang mati suri. Kita jujur ya… Mungkin karena namanya Belu Bakti, jadi dia bakti terus tidak pernah berkembang. Saya akan mengganti menjadi Belu Mandiri supaya bisa mandiri”, canda Willy Lay diikuti galak tawa para peserta.

Willy Lay berjanji akan menghidupkan kembali BUMD milik Pemda Belu. Tujuannya agar kelak Bumdes dapat bersinergi dengan Belu Mandiri. Selain itu, Belu Mandiri juga bisa menjadi Founding Company bagi Bumdes.

Bumdes sebagai penghimpun usaha-usaha mikro milik masyarakat, seperti tenun dan lain sebagainya. Setelah itu, Bumdes yang bersinergi dengan Belu Mandiri akan membantu dalam hal pemasaran.

“Tentu dalam pemasaran Bumdes belum mampu memasarkan ke luar daerah bahkan sampai manca negara. Mungkin ini disebabkan karena sumber daya manusia atau fasilita yang kurang memadai. Karena itu, perlu adanya Founding Compeny yang dapat menampung semuanya itu”, tutur Lay.

Willy Lay berharap agar Bumdes agar bisa menyediakan kebutuhan para petani. Sebagai contoh, pada musim tanam, para penati mungkin belum memiliki beras, gula, terigu, dan lain sebagainya. Selain itu, Bumdes juga harus menyediakan pupuk, peralatan pertanian, dan bibit bagi para petani.

Untuk mencapai semuanya itu, maka perlulah dipilih orang-orang yang benar-benar paham dalam mengembangkan perekonomian untuk menjadi Direktur Bumdes. Selain itu, para pengelolah Bumdes juga harus bisa membangun kepercayaan dan link.”Tanpa kepercayaan dan link, Bumdes tidak bisa apa-apa!” Demikian tegas Willy Lay kepada para peserta.

Baca Juga :   Ini Harapan Wali Kota untuk Kapolresta Baru

Semoga Bumdes suatu saat nanti bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Desa. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top