RAGAM

dr. Ansila Pimpin RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan meminta dr. Ansila pimpin RSUD Atambua dengan hati pada, Selasa (16/5). Tujuannya agar tidak ada kesombongan dan keangkuhan profesi. Tidak ada kesombongan dan keangkuhan jabatan.

Wabup Belu Lantik Direktris RSUD Atambua.

Wabup Belu Lantik Direktris RSUD Atambua.

Ose Luan menuturkan bahwa sekarang ini, kita tidak menjadikan hati sebagai sebuah kekuatan. Kita tidak lagi berpikir bahwa kekuatan yang abadi dan sempurna itu berasal dari hati. Oleh karena itu, ia berpesan agar menggunakan hati dalam memimpin.

“Kita berpikir bahwa kekuatan itu adalah mobil mewah, gedung bertingkat, jabatan mentereng, kekayaan melimpah dengan mengabaikan bahwa kekuatan yang sempurna itu ada di hati. Oleh karena itu, pakailah hati itu”, pesannya.

Pesan ini tidak hanya tertuju kepada dr. Ansila seorang diri. Pesan ini juga ditujukan kepada semua yang bekerja di RSUD Atambua dan mereka semua yang menjadi aparatur negara di Pemkab. Belu. “Hati yang memberi peduli; hati yang selalu senyum; hati yang sederhana; hati yang mengasihi dan menyayangi. Olah hati itu untuk menjadi sempurna sehingga tugas melayani menjadi lebih baik”, tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hati yang tidak sombong; hati yang tidak angkuh; hati yang tidak meremehkan dan mengabaikan. Hal ini dikarenakan RSUD Atambua menjadi satu kesatuan yang utuh, mulai dari direktur, para dokter ahli, dokter, bidan, perawat, hingga tukang sapu. “Ini semua menjadi satu kekuatan yang tidak bisa terlepas satu sama lain. Semuanya ini bisa dikelolah dengan baik jika hati itu terolah”, ujarnya.

Baca Juga :   Danramil Betun Serahkan Material Jamban Kepada Masyarakat Wehali

Ia juga mengatakan, Plt sebelumnya, dr. Joice telah membuat banyak perubahan di RSUD Atambua. Karena itu, ia meminta kepada dr. Ansila untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah dibuat pendahulunya. “Jangan terkesan Ansila lebih jelek dari Joice”, tegasnya.

Oleh karena itu, Ose Luan meminta agar direktris yang baru harus bisa mengeleminir kecemburuan antar profesi. Caranya adalah dengan membuat kebijakan-kebijakan yang dirasa adil dan menyentuh kepentingan semua unsur. “Sehingga tidak ada kesombongan dan keangkuhan profesi. Tidak ada kesombongan dan keangkuhan jabatan”, tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dr. Ansila diangkat karena kepercayaan. Kepercayaanyang dimaksud bukan dari dia, tapi dari Tuhan. Mungkin membisikan kepada bupati, wakil bupati, sekda, dan lainya. Maka dr. Ansila adalah pilihan. dr. Ansila dipilih dan dilantik untuk menerima tugas ini.

“Terakhir, saya percaya… Ansila bisa! Saya percaya”, tutur Ose Luan sembari tersenyum.

Karena itu, Ose Luan meminta agar dr. Ansila memanfaatkan kemampuannya kepada solidaritas pergaulan dan komunikasi ke atas, maupun ke bawah. Tujuannya agar rumah sakit menjadi suatu kekuatan yang luar biasa untuk peduli kepada orang lain. Ia mengatakan bahwa Peduli tidak saja kepada pasien, tapi peduli juga kepada semua elemen mulai dari tukang sapu hingga para dokter ahli.

Pada akhir sambutannya, Ose Luan mewakili seluruh Masyarakat Belu mengucapkan proficiat kepada dr. Ansila yang terpilih sebagai direktris baru di RSUD Atambau. Ucapan selamat itu menggunakan Bahasa Tetum. “Ami Ema Belu fo tabe ba dr. Ansila”, ujarnya. (richi anyan)

Baca Juga :   Pemerintah Daerah Harus Perhatikan SDM Pengelola Keuangan Desa
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top