RAGAM

Fary Francis Tinjau Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang

OELAMASI, Kilastimor.com-Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis mengunjungi dan memantau dari dekat pembangunan Jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang.
Kunjungan ini sebagai bagian dari jadwal reses, yang dilakukan pada Selasa (9/5) kemarin.

IMG-20170510-WA0005

Disaksikan kilastimor.com, dalam kunjungan ini, Fary didampingi Bambang Nurhadi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang. Disaksikan juga, Fary sempat melihat dari dekat kurang lebih tujuh titik ruas jalan ini yang mengalami longsor dan nyaris putus.

Kepada awak media, Fary mengatakan, jalan poros tengah merupakan jalan alternatif yang menghubungkan beberapa kecamatan dan desa di wilayah kabupaten Kupang, terutama Kecamatan Amfoang Timur, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Untuk itu dalam reses kali ini dirinya ingin melihat dari dekat perkembangan pembangunan jalan poros tengah ini. Menurutnya sesuai pantauannya, masih banyak hal yang harus dikerjakan dan dibenahi. Diharapkan pihak Balai lebih intens lagi dalam pengerjaan jalan tersebut. Terkait ruas jalan yang sedang mengalami longsor, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Balai, karena hal tersebut terkait dengan hal teknis. Walaupun demikian dirinya meminta agar Balai segera melakulan tindakan penanganan, agar tidak menghalangi berbagai aktifitas masyarakat sebagai pengguna jalan ini.

Fary Menambahkan, jalan poros tengah ini akan menjadi fokus pembangunan. Tujuannya untuk menghubungkan beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Kupang dapat tercapai. Dia berharap pihak balai dan Kemen PU-pera mengusulkan untuk pembangunan di jalur tersebut. Dimana menurut Fary, pembangunan akses ruas jalan ini, masih sisa kurang lebih 80 persen. Sedangkan panjang keseluruhan dari jalan ini sendiri menurut Fary sejauh 124 km, dan yang sudah diintervensi sepanjang kurang lebih 42 km. Menurutnya, perlu ada fokus pembangunan jalan poros tengah ini ke depannya yang akan difokuskan pada pembangunan Jembatan di beberapa delapan titik. Sedangkan jalannya sendiri, menurut Fary pembangunannya lebih banyak difokuskan pada pembangunan membuka akses jalan dengan perkerasan.

Baca Juga :   TP PKK Gencar Sosialisasi Setiap Program Pemkab Malaka

“Saya berharap PU-Pera dan Balai agar mencoba mengusulkan agar kita fokus bangun jalan poros tengah ini. Tetapi pembangunan jalan ini ke depannya lebih difokuskan pada pembangunan jembatan di beberapa titik dan pembangunan membuka akses jalan dengan perkerasan saja.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan akses jalan ke tempat tujuannya, yakni di kecamatan Amfoang Timur dan perbatasan dengan Timor Leste. Secara politis dia akan memberikan dukungan, agar pembangunan akses jalan ini dapat selesai secepatnya.i

Pada kesempatan itu, anggota DPR dari fraksi Gerindra ini, sempat berdialog dengan masyarakat terkait pembangunan jalan ini. Tersina Nifu, warga Dusun 4, Desa Oelnoni, kecamatan Takari, saat berdialog dengan Fary, menyampaikan terima kasih, karena jalan poros tengah ini sudah membawa banyak manfaat bagi mereka. Dimana menurut Tersiana, sebelumnya, ketika mereka hendak ke Kupang, ibu kota provinsi, harus berjalan kaki atau dengan menggunakan Kuda sampai ke Takari, kemudian baru ke Kupang dengan menumpang bus. Tetapi, saat ini mereka sudah bisa langsung Kupang, dengan menggunakan fasilitas angkutan desa yang ada di desanya.

Ketika ditanya apakah, sejauh ini apakah ada masyarakat yang protes pembangunan ini, masyarakat menjawab anggota DPR dua periode ini bahwa, mereka sangat mendukung pembangunan jalan tersebut, karena sangat membantu msyarakat. Untuk itu, sejauh ini tidak ada protes dari masyarakat.

Baca Juga :   Wabup Malaka: Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat. "Kejari Belu Bakal Proses DD Numponi"

Pada kesempatan ini, Fary sempat menyampaikan kuis kepada warga untuk menjelaskan tentang manfaat apa saja yang dialami masyarakat terkait pembangunan jalan poros tengah ini. Yosanti nifu, pada kesempatan ini mendapatkan hadiah jam tangan dari Fary Francis karena berhasil menjawab pertanyaan dari Fary Francis.

Menurut Yosanti, ada tiga manfaat dialami warga di desanya yaitu masyarakat bisa langsung membelanjakan keperluan kios di Desa langsung ke Kupang. Selain itu, masyarakat dapat menjual hasil alam seperti Pisang, ubi kayu, lombok, dan lain sebagainya. Dan, akses ke fasilitas kesehatan, lebih mudah dari sebelumnya.

Sementara itu, Bambang Nurhadi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, pada kesempatan ini menjelaskan secara teknis, pembangunan jalan poros tengah ini. Terkait kerusakan disejumlah ruas jalan yang ada, menurut Bambang, hal ini terjadi karena aspek teknis dan bukan karena suatu kesalahan. Dimana Menurutnya, jika kerusakannya terjadi karena kesalahan, maka kerusakannya terjadi di sepanjang ruas jalan. Tetapi karena kerusakan ini hanya terjadi di beberapa tempat, maka menurut Bambang, hal tersebut menunjukan bahwa daerah tersebut labil.

“Artinya, dibawah sana itu terdapat satu kondisi tanah yang namanya bidang klincir. Jadi ilmunya adalah, jika ada satu beban diatas dan dibawahnya ada bidang klincir maka tanahnya akan lari,” Jelas Bambang.

Walaupun demikian, masalah tersebut dapat teratas. Dimana menurutnya di beberapa daerah di Indonesia juga pernah mengalami hal yang sama dan bisa teratasi. Menurut Bambang, saat ini sudah ada tim khusus yang sudah di konsultankan. Dimana tim ini akan melakukan study secara detail terkait longsoran yang ada. Dikatakan bahwa, study ini memakan waktu kurang lebih tiga bulan dan setelah study dirinya akan menganggarkan, kemudian dikerjakan.

Baca Juga :   Jaksa Periksa Para Saksi Terkait Kasus Cool Storage DKP Belu

Untuk diketahui, dalam perjalanan kunjungan ini, Fary Djemy Francis sempat mengunjungi beberapa tokoh masyarakat dan kepala desa. Di desa Nunsaen, kecamatan Fatuleu Tengah, Fary dan rombongan sempat menyambangi kantor desa dan sempat berdialog dengan Kepala Desa. Dirinya sempat menanyakan tentang Dana Desa dan manfaat jalan poros tengah bagi masyarakat yang ada. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top