HUKUM & KRIMINAL

FKMA Kupang Beberkan 11 Proyek yang Diduga Bermasalah di Kabupaten Alor

KUPANG, Kilastimor.com-Aliansi Mahasiswa Alor yang tergabung dalam Front Kebangkitan Mahasiswa Alor (FKMA), membeberkan 11 proyek pembangunan infrastruktur yang diduga gagal dan asal kerja.
Ke-11 proyek gagal ini dibeberkan FKMA melalui Erson Atamau, Sekretaris Kerukunan Mahasiswa Nusa Kenari (Kemanuri), salah satu organisasi mahasiswa Alor disela-sela Diskusi Publik yang bertajuk Mengurai Dugaan Kegagalan Berbagai Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Alor. Dimana, kegiatan ini, digelar pada Kamis (11/5) di asrama Pemda Alor kemarin.

Ini salah satu proyek yang di kerjakan dan telah rusak.

Ini salah satu proyek yang di kerjakan dan telah rusak.

Menurut Erson, Ke-11 proyek ini dinilai gagal dan merupakan temuan, setelah, FKMA melalui tim investigasi independen yang diketuai Gerson Blegur, salah satu tokoh pemuda asal Alor, melakukan investigasi terhadap ke-11 proyek tersebut. Erson menjelaskan, beberapa waktu yang lalu, setelah tim melakukan investigasi dan mendapatkan temuan, kemudian hasilnya sempat dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). Tetapi menurutnya, hingga saat ini belum ada respon atau tindak lanjut dari Kejati. Walaupun demikian, hasil investigasi ini sempat menjadi diskusi panjang di berbagai media sosial, dan hal ini sangat mengganggu publik, terutama masyarakat Alor.

Untuk itu, guna mengurangi berbagai opini publik yang dibangun selama ini, sehingga FKMA menggelar Diskusi Publik ini. Menurut Erson, FKMA pada kesempatan ini mengundang juga Pemda Alor dan anggota DPRD Alor, tetapi hingga kegiatan ini digelar, Pemda Akor maupun DPRD Alor, tidak hadir. Dikatakan, tidak ada pemberitahuan lebih lanjut terkait ketidakhadiran kedua lembaga bermartabat ini.

Baca Juga :   Korem Siap Bantu Polda NTT Amankan Pileg dan Pilpres 2019

Erson pada kesempatan ini, mengaku merasa atas ketidak hadiran pemerintah dan DPRD Alor. Terkait penyesalannya, Erson menjelaskan, undangan yang sudah dikirim ke kedua lembaga ini telah sampai sejak satu minggu sebelum kegiatan ini digelar. Dikatakan, telah diketahui bahwa kedua surat ini telah diterima dan didisposisi. Dirinya mengatakan, dari laporan tim FKMA yang ada di Alor sudah melakukan konfirmasi, tetapi dari Pemda sendiri mengaku tidak bisa hadir karena berbagai kesibukan, demikian juga dengan anggota DPRD.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top