HUKUM & KRIMINAL

Jari Pedagang Sayur Nyaris Putus Saat Dijambret. Pelaku Tidak Teridentifikasi

OELAMASI, Kilastimor.com-Warga sekitaran jalan Timor Raya, untuk saat ini harus berhati-hati, karena sedang berkeliaran penjambret bersenjata tajam. Penjambret ini melakukan aksinya, pada saat jalanan sepi.
Seperti yang dialami Agustina Lete Malelak (61), warga RT.11/RW.06, Dusun III, Desa Kumasi, Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wanita yang kesehariannya sebagai pedagang sayur di pasar Oesapa ini dijambret orang tak dikenal pada subuh Kamis (25/5) sekira pukul 04.11 pagi, tepatnya di cabang Tilong, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah.

Korban penjambretan tengah di rawat di RSUD SK. Lerik.

Korban penjambretan tengah di rawat di RSUD SK. Lerik.

Disaksikan kilastimor.com, korban dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat RSU S.K Lerik. Pelaku saat ditemui, terkulai kesakitan. Akibat penjambretan tersebut 3 jari dari tangan kanan korban nyaris putus.
Kepada kilastinor.com, Agustina mengisahkan bahwa, kejadian ini terjadi, saat dirinya sedang menunggu angkutan pedesaan (angdes), untuk mengantar barang dagangannya ke pasar.

Saat dirinya menunggu angkot, pelaku keluar dari salah satu rumah warga dan menghampiri korban. Saat menghampiri korban, pelaku sempat menanyakan waktu pukul berapa kepada korban. Menurut Agustina, setelah menanyakan waktu, kemudian pelaku pergi. Kemudian selang beberapa detik kemudian pelaku menarik tas yang sedang digandeng oleh korban.
Agustina mengaku, pelaku merampas dengan cara menarik tas dari belakang sehingga sempat dirinya berusaha merebut tas tersebut.

Tetapi saat tangan Agustina menarik tas yang dirampas itulah, tangannya terkena benda tajam yang menyabet jarinya hingga nyaris putus.
Menurut Agustinus, sempat dirinya melihat benda tajam itu dalam bentuk klewang atau parang panjang. Ketika ditanya apakah dirinya mengenal mengenal wajah pelaku, Agustina mengaku saat itu suasana sekitar sedikit remang, jadi dirinya tidak mengenal dengan jelas pelaku.

Baca Juga :   Warga Manleten, Belu, Tolak Pembangunan Madrasah Aliyah Kejuruan

Agustina menggambarkan bahwa, walaupun remang, tetapi dirinya memperkirakan pelaku berumur kurang lebih 30 tahun, muka bulat kulit dan kulit sawo matang.

Setelah merampas tas korban, pelaku kemudian pelaku pergi dengan menggunakan motor. Agustina mengaku, korban sempat teriak minta tolong, setelah pelaku melarikan diri. Kemudian beberapa menit kemudian, baru teman-teman dan warga sekitar berdatangan. Karena luka di jarinya mengalami pendarahan, sehingga Agustina kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Untuk diketahui bahwa, dalam tas korban yang dirampas, pelaku terdapat uang sejumlah 1 juta lebih dan barang berharga lainnya.
Hingga berita ini kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kupang Tengah oleh Nyongki Malelak, Ponaan Korban dengan nomor LP/K/77/V/2017.

Hingga saat ini, pihak kepolisian mendalami kasus ini, dan pelaku sedang dalam pengejaran. Karena kasus ini terindikasi pencurian dengan kekerasan sehingga pelaku akan dijerat dengan KUHP Pasal 365 ayat 1. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top