RAGAM

Kades Renrua: Realisasi Program 100 Hari Capai 80 Persen

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Eduardus Kidamanto Bau mengatakan, pihaknya telah melaksanakan evaluasi kinerja kepemimpinannya untuk 100 hari pertama pada Jumat 28 April pekan lalu.

Evaluasi pembangunan di Desa Renrua.

Evaluasi pembangunan di Desa Renrua.

“Evaluasi terhadap kinerja Kades dan perangkat desa sangat penting untuk saling mengingatkan supaya tidak sampai masuk jurang,” ungkap dia ketika dihubungi media, Rabu (3/5/2017).

Menurut evaluasi 100 hari pertama kinerja Kades itu dihadiri Kapolsek Raimanuk, Danramil Halilulik, Ketua BPD serta perangkatnya, Kepala Dusun dan para RT/RW setempat. Banyak program di 100 hari pertama telah dilaksanakan diantaranya gong tani, tata lingkungan, profil desa, penghijauan sumber mata air dan kamtibmas.

“Realisasinya telah mencapi 80 persen.
Karena itu perlu evaluasi untuk tahu sejauh mana realisasi program serta kegiatan itu. Juga untuk mengetahui kekurangan atau kelemahan yang harus dibenahi kedepan,” ujar dia.

Jelas Eduardus, kendala yang dihadapi selama ini yakni, kurangnya kesadaran masyarakat yang lebih dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia (SDM). Hasil dari evaluasi itu akan jadi pedoman untuk perbaikan di masa mendatang.

Masih menurut dia, selain evaluasi program 100 hari pertama, forum rapat itu juga membahas dan menetapkan program dan kegiatan yang harus dijalankan di 100 hari kedua kepemimpinannya. Adapun program yang telah disepakati bersama yakni, pemberlakukan gong belajar, penataan pekarangan rumah warga sebagai lanjutan dari program pembuatan pagar indah pada 100 hari pertama.

Baca Juga :   Camat Malaka Tengah dan Pemuda Bahas Pemekaran Kecamatan Aintasi

Juga ada program penataan kantor desa dan penamaan jalan dusun, penunjuk arah, papan nama Kades, dusun dan RT/RW. Untuk program itu nanti kami akan dibantu mahasiswa-mahasiswi Undana yang sedang lakukan kuliah kerja nyata di Desa Renrua.

Khusus untuk pemberlakukan program gong belajar, jelas Eduardus dari pukul 07.00 hingga 13.00 Wita setiap anak di tingkat SD maupun SMP dari desa Renrua harus tetap berada di dalam sekolah tidak boleh berkeliaran. Namun, apabila dalam waktu tiga hari terus menerus tidak masuk sekalah tanpa kejelasan maka orang tuanya akan dikenakan sanksi berupa denda adat.

“Kita sudah sepakat dendanya berupa uang tunai Rp 500 ribu, satu ekor babi, beras 10 kilo dan lima botol sopi. Ini kita lakukan di Desa ini, karena ada gejala anak-anak putus sekolah di bangku kelas lima SD,” ucap dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top