RAGAM

Pemkab Malaka-Belu MoU Berobat Gratis Bagi Masyarakat Malaka di RSUD Gabriel Manek

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Bupati Belu, Wilybrodus Lay melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelayanan kesehatan secara gratis bagi pasien rujukan dari RSPP Betun ke RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua menggunakan KTP-e Malaka.

Bupati Belu dan Malaka

Bupati Belu dan Malaka

Penandatangan MoU oleh kedua bupati, digelar Senin (15/5/2017) di aula lantai I Kantor Bupati Belu. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Malaka, Devi H. Ndolu, Sekda Malaka Donatus Bere, Sekda Belu Petrus Bere, Para pimpinan OPD Kabupaten. Belu-Malaka dan para camat se- Kabupaten Malaka.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, pasien (warga,red) yang tidak memiliki BPJS Kesehatan tapi memiliki KTP-E alamat Malaka bisa menjalani pelayanan kesehatan rujukan dari RSPP Betun, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Malaka selama 4 tahun kedepan.

Stef usai kegiatan kepada awak media menuturkan, MoU terkait rujukan pasien dari RSPP Betun berobat gratis ke RSUD
Atambua sesuai keputusan Menteri Kesehatan. Kita musti harus menunjangnya dengan kerja sama untuk memperkuat status. Kegiatan ini kan supaya keluhan yang selama ini dijenuhkan masyarakat kita angkat. Bahwa kalau mereka hanya punya KTP di Malaka bebas, tapi kalau mereka datang ke rumah sakit Atambua harus bayar.

“Jadi dengan MoU ini, mulai sekarang mereka (pasien) yang dirujuk dari RSPP Betun berobat secara gratis di rumah Sakit Atambua. Untuk pasien anak-anak yang belum cukup usia bisa gunakan kartu keluarga orang tua,” terang dia.

Baca Juga :   RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Bertahan di Kelas C

Jelas Stef, terkait seluruh biaya pengobatan pasien asal Malaka yang menjalani perawatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Malaka. Sehingga apabila selesai perawatan pihak rumah sakit Atambua silakan ditagih maka akan dibayar. “Jadi, mulai hari ini pasien Malaka yang dirawat, tagihannya mulai dibayar,” kata Mantan Kadis Kesehatan Propinsi NTT itu.

Dikatakan, RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua merupakan rumah sakit rujukan regional untuk daratan Timor dan Alor sehingga sebagai antisipasi untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi pasien asal kabupaten Malaka karena alasan biaya pengobatan maka perlu dilakukan MoU agar supaya biaya pasien ketika melakukan pengobatan di rumah sakit tersebut dibayar oleh pemeritah Malaka.

Sementara itu Bupati Belu Willy Lay menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Malaka yang telah memberikan kepercayaan pada RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari RSPP Betun.

Status RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua jelas Lay, ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional untuk daratan Timor dan kabupaten Alor merupakan upaya kerja keras Bupati Malaka yang saat itu menjabat sebagai Kadis Kesehatan Propinsi NTT.

“Ini satu langkah maju yang dibuat Kabupaten Malaka, dan kita harus belajar dari Malaka dalam bentuk pelayanan kesehatan,” ucap dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top