RAGAM

Pustu Bokonusan Sempit, Wabup Kupang Ajak DPRD Urunan

OELAMASI, Kilastimor.com-Ruang pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bokonusan, Kecamatan Semau dinilai sempit dan berakibat masyarakat berdesak-desakan saat menjalani pengobatan. Hal ini disampaikan Kepala Desa Bokonusan, Darius Ngefak, dalam sesi dialog dengan Wakil Bupati (Wabup) Kupang. Dialog ini dilakukan ketika Lounching Pasar Desa Otan, yakni pada Sabtu (13/5) lalu.

Wabup Kupang pantau Pustu Bokonusan.

Wabup Kupang pantau Pustu Bokonusan.

Ngefak menjelaskan bahwa, Pustu bokonusan, saat ini ruangannya sangat kecil, sehingga warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan selalu berdesakan didalam. Hal ini menurutnya kadang terjadi antrian panjang. Ditambahkan, bahkan hampir setiap kali pada waktu pengobatan, dirinya mendapat laporan, akibat warga berdesakan, kadang ada warga yang pingsan.

“Saya biasanya mendapatkan laporan bahwa kadang ada warga yang pingsan di Pustu. Hal ini karena ruangan Pustu untuk pelayanan sangat sempit, dimana ukurannya kurang lebih 2 x 4 meter saja,” ungkap Ngefak.
Pada kesempatan ini Ngefak menagih janji, dengan menitipkan pesan untuk ketua DPRD Kabupaten Kupang untuk bangun Pustu Bokonusan. Dirinya menyayangkan ketua DPRD Kabupaten Kupang, dimana sudah satu tahun lebih ketua DPRD Kabupaten Kupang janji, tetapi belum juga ditepati.

Menanggapi hal ini, Wabup Kupang, Korinus Masneno dalam sambutannya memberikan solusi. Dirinya mengajak anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Oni Leka urunan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Pustu Bokonusan Tersebut.

Korinus menambahkan, kalau mengharapkan APBD, saat ini sudah dianggarkan untuk tahun 2017. Sehingga, ada baiknya dilakukan urunan agar di pustu tersebut, bisa dibangun teras untuk ruang tunggu bagi pasien yang datang di Pustu.

Baca Juga :   Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Malaka Disarankan Bangun SPBU Plat Merah

“Saya harap Pak Oni, yang terhormat Bapak Anggota DPRD Kupang dari dapil Semau, agar kita bisa urunan untuk bangun teras di pustu tersebut,” ungkap Korinus.
Menanggapi hal ini, ketika ditemui kilastimor.com, Oni Leka menolak diwawancarai karena alasan, nanti menyalahi prosedur. Dirinya bahkan, kepada wartawan kilastimor.com, mengatakan semua yang dibicarakan oleh Wabup Kupang ada prosedurnya. Sehingga, dirinya tidak ingin menanggapi, bahkan pada kesempatan ini, dirinya mengatakan bahwa, kehadirannya saja tidak di undang.

“Kebetulan saya lewat saja tadi dari sini, jadi saya diminta kepala Desa untuk menghadiri lounching pasar Otan ini. Jadi kalau adik ingin wawancarai saya tidak bersedia. Lalu soal apa yang disampaikan pak Wabup itu, ada prosedurnya,” ungkap Oni, sembari pergi. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top