RAGAM

UPT KPH Belu Cabut Patokan Tanah di Hutan Lindung Befanmasi-Fanmahole

ATAMBUA, KIlastimor.com-UPT KPH Kabupaten Belu melakukan pencabutan patok yang dilakukan oleh masyarakat dari beberapa desa di Hutan Lindung Befanmasi-Fanmahole RTK 184 pada, Jumad (19/5). Masyarakat mematok di sepanjang jalan Umanen sampai dengan Atapupu dikarenakan ada isu pembebasan lahan hutan lindung.

Patok dan plang yang dicabut.

Patok dan plang yang dicabut.

Menurut Mateus Dacosta selaku Kepala UPT KPH Kabupaten Belu bahwa ada mis komunikasi dari pihaknya dengan masyarakat. Masyarakat mendengar ada pembebasan lahan di hutan lindung ini.

Mateus menegaskan bahwa sebenarnya yang dibebaskan itu adalah bendungan rotiklot seluas 85Ha. Masyarakat mengira yang dibebaskan itu seluruh lahan. Masyarakat mematok untuk dialih fungsi menjadi lahan perkebunan.

“Total yang diklaim tidak diukur secara keseluruhan. Mereka hanya mematok bagian tepi jalan saja. Panjangnya kita tidak tahu sampai di mana. Total luas keseluruhan Hutan lindung ini mencapai 8595 Ha”, ujanya.

Oleh karena itu, Mateus mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya juga sudah bersurat kepada pihak kecamatan dan desa untuk disampaikan kepada masyarakat.

Sesuai dengan informasi yang didapat, masyarakat yang mematok itu berasal dari Desa Leosama dan Desa Dualaos dari Kecamatan Kakulukmesak. Selain itu, ada pula masyarakat Desa Fatuketi dan Kelurahan Umanen dari kecamatan Atambua Barat.

Baca Juga :   Akhirnya Orang Tua Setuju Domi Said Dirawat dengan Pendampingan Pemuda TTS

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top