EKONOMI

100 KK Tempati Rumah RISHA di Silawan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebanyak 100 kepala keluarga diperkenankan menempati Rumah Instan Sederhana dan Sehat (RISHA) di Dusun Webenahi, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur pada, Jumat (9/6). 100 KK yang menempati rumah ini diawali dengan pemberkatan rumah oleh Rm. Yoris Samuel Giri, Pr dan didampingi oleh Rm. Dominikus Metak, Pr.

Wakil Bupati Belu, imam berkeliling lihat RISHA Silawan.

Wakil Bupati Belu, imam berkeliling lihat RISHA Silawan.

Kades Silawan, Ferdinandus Monez Bili mengatakan 100 KK muda diperkenankan menghuni RISHA. Masyarakat merasa bangga dan gembira atas perhatian pemerintah pusat. Karena itu, Ferdi meminta kepada masyarakat agar memelihara rumah dan lingkungan supaya lebih aman, nyaman, dan asri.

Rumah RISHA sendiri dibuat bagi para keluarga baru yang belum memiliki rumah untuk menempatinya. Ferdi menuturkan, sampai saat ini masih ada 50 KK yang belum memiliki rumah. “Saya akan berusaha lagi agar ke depan semua keluarga memiliki rumahnya sendiri dan tidak menumpang lagi bersama orang tua”, ujarnya.

Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan dalam sambutannya mengatakan meski pembangunan rumah belum diselesaikan, karena perlu dilengkapi dengan beberapa sarana, tapi perlu dihuni dari pada dibiarkan rusak. Karena itu, pihak ketiga diminta untuk segera menyelesaikan pekerjaan dengan melengkapi semua sarana sesuai kontrak kerja.

Selain itu, Ose Luan mengimbau agar KK yang menempati rumah dapat menanam pohon-pohon supaya lingkungan menjadi rindang dan sejuk. Hal ini bertujuan untuk membuat para penghuni merasa betah dan menjalankan aktivitas harian dengan baik.

Baca Juga :   KPU dan Panwaslu Malaka Diminta Tindak Tegas Pelaku Money Politics.

Rm. Yoris Samuel Giri, Pr dalam khotbahnya saat misa syukur dan peresmian RISHA mengatakan rumah yang dibangun di dunia hanyalah sementara. Sehingga perlu dirawat dan dipelihara untuk menjadi tempat hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Rumah adalah tempat yang membuat penghuninya bisa tertawa dan senyum karena gembira dan juga bisa menangis bersama karena suatu kesedihan. Baginya, memelihara rumah kediaman di Dunia dan menjadikannya tempat aman yang di dalamnya bersemi kebaikan, cinta, dan kasih sayang, maka manusia sudah mempersiapkan sebuah “rumah” yang kekal di kemudian hari.

Lebih lanjut Rm. Yoris, Pr memuturkan, rumah baru yang ditempati, perlu memberi semangat baru untuk giat bekerja dalam meningkatkan taraf hidup. “Rumah yang bagus perlu dihuni orang-orang yang bagus untuk menjadi keluarga yang bagus”, tuturnya.

Para penghuni rumah diimbau agar menjaga kebersamaan untuk menghayati nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, dan keagamaan sehingga tercipta keluarga Pancasilais dan kristiani yang menjadi contoh bagi orang lain di daerah perbatasan RI-RDTL khususnya dan Indonesia secara keseluruhan. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top