RAGAM

38 Anak PAUD di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat Diwisuda

OELAMASI, Kilastimor.com-Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kabupaten Kupang menggelar kegiatan Wisuda atau pelepasan bagi 38 Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Timur. Kegiatan yang bertajuk Pelepasan dan Perpisahan Anak PAUD Binaan UPTD-SKB Kabupaten Kupang se-Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat ini, digelar di Aula Kantor Desa Oemasi, pada Jumat (2/6).

Bunda Paud Kabupaten Kupang, Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki, pada kesempatan ini, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para pendidik. Dirinya menyampaikan apresiasi karena para pendidik telah berhasil mendidik anak-anak PAUD, sehingga bisa diwisuda. Dikatakan, walaupun dalam berbagai keterbatasan, tetapi para pendidik berhasil melepas anak-anak PAUD tersebut, hal itu merupakan sesuatu yang membanggakan dan perlu diberi apresiasi.

“Kita hari ini berhasil melepas satu generasi, yang akan lanjut ke tingkat SD. Ini merupakan sesuatu yang membanggakan, karena pendidik yang dalam segala keterbatasan, tetapi berhasil melepas anak-anak ini ke jenjang SD. Untuk itu saya memberikan apresiasi kepada para pendidik yang ada,” ungkap Nyonya Cristina.

Apresiasi juga disampaikan Nyonya kepada UPTD SKB Kabupaten Kupang, yang telah membina PAUD di kecamatan Nekamese sehingga banyak anak-anak bisa di Wisuda. Dikatakan, SKB memiliki andil yang sangat tinggi di kabupaten Kupang dalam upaya mencerdaskan anak-anak. Tentunya menurut Nonya Cristina, semuanya datang dari upaya dan kerja keras. Menurutnya, hal tersebut patut juga diberikan apresiasi.

Baca Juga :   PDAM Belu Tertibkan Penyambungan Meteran Air Liar

Pada kesempatan ini, dirinya mengajak istri-istri Kepala Desa dan Camat untuk terlibat aktif dalam mendorong kemajuan pendidikan PAUD di Kabupaten Kupang, terutama di Kecamatan Nekamese. Dikatakan, istri Kepala Desa adalah Bunda PAUD Desa dan Istri Camat adalah Bunda PAUD Kecamatan, diharapkan mampu memberikan motivasi dan berbagai dukungan kepada PAUD yang ada di desa dan kecamatan.

“Di desa, saya harapkan Bunda PAUD desa perhatikan anak-anak yang belum sekolah. Sementara di kecamatan, Bunda PAUD kecamatan turun ke Desa, untuk mengecek desa yang belum memilki PAUD,” tegas Nyona Cristina.

Nyonya Cristina mengaku, dirinya berharap ke depan Kabupaten Kupang akan jadi Kabupaten model. Dalam hal ini menurutnya adalah lebih kepada model PAUD se-indonesia. Dirinya berharap juga, bahwa Kabupaten Kupang bisa menjadi contoh yg baik di seluruh indonesia dalam hal ini pendidikan usia dini seperti PAUD. Untuk itu, dirinya saat ini selalu berkoordinasi dengan bunda PAUD Desa dan Kecamatan untuk mendata PAUD dan desa yang memiliki PAUD.

Pada kesempatan ini juga Nonya Cristina berbicara tentang pentingnya gizi bagi anak-anak PAUD. Memnurutnya, sesuai data dari Unicef, hampir 500 anak-anak di kabupaten Kupang memiliki gizi yg kurang. Untuk itu dirinya meminta agar pemerintah desa melalui Dana Desa, dan implementasi taman Eden mengakomodir PAUD untuk gizi anak-anak. Dirinya berharap setiap PAUD yang ada di desa juga memiliki taman Eden sebagai kebun gizi bagi anak-anak PAUD.

Baca Juga :   Ratusan Kubik Kayu Sitaan Eks Dinas Kehutanan Belu Dibiarkan Lapuk

Dirinya juga mendorong orang tua murid dan masyarakat yang hadir agar memilki kebiasaan memberikan makanan bagi anak-anaknya. Menurut Nyonya Cristina, makanan yang dibolehkan bagi anak-anak adalah makanan lokal seperti pisang, ubi, kacang hijau dan lain-lain yang ada di desa. Dirinya melarang orang tua untuk membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan jajanan karena menurutnya hal tersebut dapat menurunkan kemampuan anak. Karena menurutnya, makanan jajanan yang ada saat ini, lebih banyak makanan yang mengandung bahan kimia.

Terkait dengan anak-anak PAUD yang diwisuda, Nyonya Cristina mengatakan bahwa hal ini merupakan cara atau motivasi untuk memberikan gambaran bagi anak-anak pada 16-17 tahun ke depan. Dikatakan Anak-anak Paud pada usia emas ini harus dimotivasi lebih dahulu untuk memiliki kecintaan kepada pendidikan.

“Mereka harus memakai toga dari sekarang, artinya dari sekarang memakai mereka dimotivasi untuk memiliki gambaran bahwa suatu saat, yakni 16-17 tahun yang akan datang, mereka akan kuliah dan diwisuda seperti sekarang,” jelas Nyonya Cristina.

Sementara itu, Kepala UPTD-SKB Kabupaten Kupang pada kesempatan ini, dalam sambuatannya, memberikan apresiasi kepada para pengelolah, pendidik, bapa desa dan seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung keberhasilan PAUD binaan SKB di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat. Dirinya mengatakan, SKB hanya bisa mendukung saja dan itu terbatas, tetapi yang lebih berperan adalah Pengelola, Pendidik, Kepala Desa dan Ibu Desa, juga berbagai komponen Desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :   DPRD Malaka Berharap Pimpinan SKPD Bisa Serap Anggaran Secara Maksimal

Dirinya menambahkan wisuda merupakan siswa PAUD merupakan strategi mendukung anak-anak ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga diharpakan, momen wisuda tidak dianggap remeh, karena hal tersebut merupakan motivasi bagi anak-anak di usia emasnya. Dirinya berharap, ditahun berikutnya masih ada anak-anak PAUD yang diwisuda dan diharapkan lebih banyak lagi.

Untuk diketahui bahwa, wisuda 38 Anak Paud dilakukan untuk Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat. Hal ini dilakukan karena dianggap kedua kecamatan ini berdekatan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top