RAGAM

Aku Pancasila, Aku Indonesia. Ose Luan: Pancasila Sebagai Dasar Negara Tidak Boleh Diganggu, Kalau Tidak Kita Mati di Tempat!

ATAMBUA, Kilastimor, com-Kabupaten Belu sebagai salah satu daerah yang merupakan teras depan Indonesia, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, menjadi sebuah harga mati yang tak dapat ditawar lagi. Hal ini disampaikan oleh Wakli Bupati Belu J.T. Ose Luan dalam sambutannya pada acara Pengresmian Kantor Camat Atambua Barat, Jumad (2/6).

Acara peresmian kantor Camat Atambua Barat.

Acara peresmian kantor Camat Atambua Barat.

Ose luan menuturkan, Indonesia adalah sebuah negara terheterogen di dunia. Tidak ada negara lain seheterogen Indonesia. Sebagai contoh suku-suku di Afrika orang sebut Afrika, Suku Indian disebut Amerika, suku-suku Arabia disebut Arab, tapi Indonesia ada ribuan suku, budaya dan bahasanya. Ribuan bahasa itu disatukan menjadi satu bahasa, bahasa Indonesia. Penyatuan ini dibuat dalam sebuah kesepakatan bersama yang dihadiri oleh para tokoh pemuda dari berbagai daerah yang ada di Indonesia pada tahun 1928.

Ose Luan menegaskan, Indonesia memunyai bahasa yang sah yaitu BAHASA INDONESIA! Akan tetapi, negara tidak pernah menyangkali adanya Bahasa Bunak, Bahasa tetun, Bahasa Kemak, Bahasa Dawan, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Indonesia merangkum semua keberagaman ini menjadi suatu kekuatan, INDONESIA!
Demikian halnya dengan suku bangsa. Ada Suku Timor, Suku Flores, Suku, Jawa, Suku Sunda, Suku Dayak, Suku Batak, dan suku-suku lainnya. Semuanya itu dihimpun dengan satu pernyataan menjadi BANGSA INDONESIA!

Baca Juga :   Ekonomi Masyarakat NTT Meningkat, Ketergantungan pada DAU/DAK Menurun

Kemudian ada ribuan pulau di Indonesia. Ada pulau yang kecil dan pulau yang besar; ada pulau yang kering kering seperti Pulau Timor dan Pulau Flores; ada pulau yang subur seperti Pulau Jawa; ada pulau yang indah seperti Pulau Bali; ada pulau yang airnya meluap-luap seperti Irian dan Kalimantan; serta pulau-pulau lainnya. Semua pulau ini disatukan menjadi TANAH AIR INDONESIA!

Berbicara soal Pancasila sebagai dasar negara, Ose Luan menegaskan dengan berapi-api terkait Ketuhanan dalam Pancasila. Baginya, Ketuhanan dalam Pancasila itu sudah pasti karena masyarakat dari berbagai agama hidup berdampingan dengan toleransi yang luar biasa.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top