RAGAM

Bunda PAUD Kabupaten Kupang Disambut Tarian Lufut Anak-anak PAUD

OELAMASI, Kilastimor.com-Bunda Paud Kabupaten Kupang, Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki, disambut tarian Lufut oleh beberapa anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tarian Lufut ini dilakoni oleh peserta PAUD yang datang dari Paud Kamboja, Munatuan, dan Paud Melati dari desa Oemasi.
Tarian penyambutan ini dilakukan kala menyambut Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki, ketika menghadiri kegiatan Wisuda atau pelepasan bagi 38 Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Timur. Penyambutan ini dilakukan di depan Kantor Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese pada Jumat (2/6).

Untuk diketahui bahwa, Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki menghadiri kegiatan yang digelar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) kabupaten Kupang yang bertajuk Pelepasan dan Perpisahan Anak PAUD Binaan UPTD-SKB Kabupaten Kupang se-Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat.

Disaksikan, Tarian Lufut yang dilakoni oleh anak-anak PAUD ini, diiringi dengan musik khas Timor. Dimana, anak-anak dan dibimbing oleh pendidik, mereka bergandengan tangan sambil menghentakan kaki mereka sesuai dengan lantunan musik. Terlihat, Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki tersenyum ketika menyaksikan tarian anak-anak PAUD tersebut. Tingkah lucu anak-anak PAUD ini juga sempat di sambut tepuk tangan oleh masyarakat dan orang tua anak-anak PAUD yang hadir di kegiatan ini.

Menanggapi anak-anak yang menari Lufut ini, dan ketika ditemui terpisah oleh kilastimor.com, Nyonya Cristina mengatakan hal ini menurutnya, merupakan bagian dari bagaimana mengajarkan anak sejak Dini untuk mencintai budayanya. Dikatakan, saat ini ada begitu banyak budaya yang ditawarkan bagi masyarakat. Akibatnya, banyak sekali budaya masyarakat yang kadang terlupakan, dan menurutnya ini merupakan sebuah pergeseran. Sehingga, dirinya menegaskan bahwa, perlu adanya upaya pelestarian budaya agar budaya yang dimiliki jangan hilang.

Baca Juga :   Bupati Malaka Minta Pejabat OPD Jalankan Program dan Kegiatan Sesuai DPA 2020

“Saya pikir ini adalah nilai positif. Kalau anak-anak sejak usia dini diperkenalkan dengan budayanya. Mereka pastinya tidak akan melupakan itu, karena hal ini diajarkan bagi mereka sejak usia emas mereka. Karena hari-hari ini budaya kita telah mengalami pergeseran, akibat pengaruh banyak budaya dari luar,” tegas Nonya Cristina.

Sementara itu, Kepala Desa Oemasi Antonius Konis, ketika ditemui kilastimor.com, mengatakan, tarian Lufut merupakan salah satu tarian Adat timor. Menurutnya, tarian ini lebih banyak ditarikan pada berbagai seremonial adat masyarakat. Antonius mengatakan, biasa lebih banyak di lakukan masyarakat suku Timor di bagian Nekamese dan kecamatan sekitar. Dikatakan, tarian tersebut biasanya dilakukan oleh orang tua saja, tetapi saat ini sudah diajarkan di tingkat usia dini, terutama sekolah PAUD.

Untuk diketahui bahwa, dalam kegiatan SKB kabupaten Kupang, yakni Wisuda atau pelepasan bagi 38 Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Timur ini, Nyonya Cristina Ngadilah Titu Eki disambut anak-anak PAUD dengan Tarian Lufut dan pengalungan bunga. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top