RAGAM

Dinas P2PA Belu Gelar Pelatihan e-Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dinas P2PA Kabupaten Belu mengadakan pelatihan aplikasi pencatatan dan pelaporan e-kekerasan perempuan dan anak pada, Jumat (9/6). Pelatihan yang diadakan di Hotel Nusantara Dua Atambua ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu.

Pelatihan e-kekerasan.

Pelatihan e-kekerasan.

Kadis P2PA Kabupaten Belu dr. Joice menjelaskan lebih jauh terkait tujuan dari pelatihan ini bahwa maksud dari pelatihan ini supaya kita memiliki tenaga admin di unit pelayanan agar kita bisa mendapat data yang akurat, up to date, dan terintegrasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Belu. “Kalau perempuan dari usia, tapi kalau anak itu batasnya 18 tahun”, jelasnya.

dr. Joice memaparkan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Belu terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti fenomena gunung es. Ia menjelaskan bahwa dari data yang ada, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu hanya 70 kasus. Namun, laporan pelayanannya sangat banyak. Ada 200-an kasus yang telah dilayani.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu seperti genomena gunung es. Dari data yang ada hanya 70 kasus, tapi pelayanan kasusnya ada 200-an kasus. Jadi masih banyak yang belum terdata”, paparnya.

Terkait dengan bagaimana menindaklanjuti kasus yang telah dilaporkan, dr. Joice menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mem-falow up kasus tersebut. Caranya, mereka akan mereka akan menempatkan para korban di rumah aman, jika diperlukan, setelah itu mereka akan mengembalikan para korban ke keluarganya.

Baca Juga :   Masyarakat Jangan Takut Anak Diimunisasi. Bupati Belu: Sukseskan PIN Polio

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika ada yang ingin menundaklanjuti kasusnya sampai ke pengadilan, maka mereka akan terus mengadakan pendampingan. Proses pendampingan ini tidak dilakukan sendirian, mereka akan bekerjasama dengan dengan polres dan bebwrapa lembaga terkait untuk melakukan pendampingan.

Harapannya, melalui pelatihan ini semua lini pelayanan memiliki tenaga administrasi atau operator untuk mendata korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Guna mensukseskan hal tersebut, Dinas P2PA mengundang polsek-polsek, Dinas Nakertrans, Dinas Sosial, LSM-LSM terkait, dan puskesmas. Pembicaranya diundang dari propinsi yang mana mereka adalah para trainer yang sudah terlatih. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top