RAGAM

Eston Minta Dukungan Masyarakat Semau untuk Pencalonan Gubernur NTT

OELAMASI, Kilastimor.com-Esthon L. Foenay, Bakal Calon Gubernur periode 2018-2023, meminta dukungan masyarakat Pulau Semau untuk mendukung dirinya dalam pencalonan Gubernur mendatang.
Permintaan dukungan ini disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama gedung ibadah GMIT Sonaf Lahing Naikean desa Naikean Kecamatan Semau Selatan, pada Minggu (4/6).

Esthon Foenay

Esthon Foenay

Disaksikan, dengan bahasa Helong yang fasih, Esthon meminta dukungan dari masyarkaat Semau. Eston berharap dukungan dalam bentuk doa dan upaya memenangkan dirinya pada saat penetapan calon nanti adalah kontribusi yang sangat diharapkan.
Dikatakan juga, Pulau Semau memiliki nilai historis yang sangat berkaitan dengan dirinya dan keluarga, serta masyarakat Helong di Pulau Timor. Untuk itu, sebagai keluarga yang sangat dekat, dirinya sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Pulau Semau, untuk mendukung dirinya.

Pada kesempatan ini, Esthon sedikit mengisahkan tentang asal muasal masyarakat, dimana Gereja Sonaf Lahing Naikean ini berdiri, yakni nama asli kampungnya yang adalah Akle. Esthon menjelaskan, kurang lebih tahun 1930, dibawah pemerintah Swapraja Kupang, banyak masyarakat dari Bolok, Kolhua, dan Konheum mengalami Translokal penduduk ke Pulau Semau.
Dijelaskan, ayahnya Raja Wilhelmus Foenay dan Raja Bislisin sepakat untuk memindahkan masyarakat dari desa tersebut ke Pulau Semau, karena tidak punya pekerjaan. Masyarakat yang dikirim tersebut ditempatkan di kampung Akle, dan menurutnya, itu dilakukan atas kesepakatan dengan Raja Bissilisin.
Dirinya mengungkapkan bahwa, masyarkat tersebut dikirim bukan untuk diasingkan, tetapi mereka dikirim untuk mengelolah seluruh sumber daya laut dan pertanian yang ada di Pulau Semau.

Baca Juga :   Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Malaka Disarankan Bangun SPBU Plat Merah

Dia melanjutkan, Pulau Semau sejak dahulu terkenal dengan semangka, mangga, bawang merah, madu batu, dan suplay bahan bakar dari kosambi untuk penerangan rumah.

“Jadi, ayah saya mengirimkan mereka ke Pulau Semau, selain untuk tinggal, juga untuk belajar dari masyarkat semau tentang pertanian, peternakan dan kelautan karena Pulau Semau sejak dahulu telah dikenal dengan penghasil Semangka, Bawang Merah, madu batu, dan suplay bahan bakar dari kosambi untuk penerangan rumah,” ungkap Esthon.

Terkait peletakan batu pertama gedung ibadah GMIT Sonaf Lahing Naikean, kepada semua jemaat Esthon mengatakan bahwa Masyarakat sudah paham bagaimana mendahulukan Tuhan dalam hidup mereka.

Dikatakan, membangun gereja Tuhan adalah suatu cara hidup yang benar dalam mengutamakan Tuhan dalam hidup. Karena menurutnya gereja adalah tempat persekutuan yang mendamaikan.

Juga, tempat menambatkan kasih dan harapan untuk meningkatkan kualitas iman. Dirinya mengingatkan bahwa, membangun gereja terus menerus, memberikan persekutuan dalam membangun kegotong-royongan. Dan, setelah itu menurutnya, ketenangan hidup, dan kesenangan akan diraih dari Tuhan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top