RAGAM

Resmikan Kantor Camat Atambua Barat, Ose Luan Minta Camat Tingkatkan Pelayanan dengan Hati

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan meresmikan Kantor Camat Atambua Barat mpada, Sabtu (3/6). Dengan adanya kantor camat yang baru ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

JT. Ose Luan

JT. Ose Luan

Pengresmian ini dimulai dengan hase-hawaka oleh para tua adat. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pengresmian Kantor Camat Atambua Barat oleh Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan. Acara ini diakhiri dengan pembagian anakan cabe, terung, dan tomat kepada masyarakat.

Masyarakat menyambut acara ini dengan antusias. Camat Atambua Barat Delviana beni, SH berjanji bahwa dengan diresmikannya kanntor camat akan meningkatkan pelayanan mereka kepada masyarakat.

J.T. Ose Luan dalam sambutannya mengungkapkan, sebuah gedung tak dapat dikatakan hebat. Menurutnya, yang hebat itu adalah orang yang menempati gedung tersebut dan menggunakannya untuk melayani masyarakat. “Orang-orang yang punya hati, yang punya prinsip, yang punya nurani untuk memanfaatkan gedung ini sebagai sarana pelayanan bagi masyarakat, itulah yang disebut hebat” tuturnya.

Beliau melanjutkan bahwa jika dalam gedung ini camat, sekcam, dan semua pegawainya tidak memunyai nuansa kesejukan dalam melayani masyarakat, maka gedung tersebut menjadi tak berguna. “Saya percaya, camat dan para pegawainya akan memanfaatkan gedung ini untuk melayani masyarakat dengan hati”, ucapnya.

Ose Luan juga menuturkan, gedung itu boleh bertingkat, tapi bisa roboh; mobil boleh mewah tapi bisa rusak; harta boleh melimpah, tapi bisa bangkrut. Akan tetapi, hati yang bersih untuk mencintai, mengasihi, dan melayani, itulah yang harus menjadi kekuatan utama bagi seorang pemimpin.

Baca Juga :   Tingkatkan Kreatifitas, Siswa SMPK Giovani Kupang Belajar Sablon Kaus

“Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang meiliki hati, prinsip, dan nurani!” Demikian amanat yang selalu disampaikan kepada para pimpinan pemerintahan di beberapa kesempatan.

Ose Luan pada kesemmpatan ini mengingatkan kepada camat dan para lurah yang hadir dalam acara tersebut agar apapun yang dilakukan bertujuan untuk manusia. Demikian halnya dengan aturan aturan itu dibuat oleh manusia untuk manusia.

Baginya, subyek dari paparoni manusia adalah untuk manusia. Bila pembangunan tidak bermakna dan tidak mengenai sasaran untuk manusia, itu bukan namanya pembangunan, tapi sebuah proyek untuk meraup keuntungan bagi orang-orang tertentu. “Saya paling tidak suka kalau proyek setelah dibangun dan tidak bermakna”, tegasnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top