RAGAM

Aksi Para Teroris di Atambua Buat Masyarakat Panik

ATAMBUA,Kilastimor.com-Baru saja terjadi aksi teror di Lapangan Umum Atambua pada, Senin (10/7) sesaat setelah Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke 71. Tim Gabungan Polri berhasil dengan cepat melumpuhkan para teroris.

Saat itu, ada permintaan pengawalan obyek vital dari pihak bank kepada Polres Belu untuk melakukan pengawalan pengantaran uang. Dalam perjalanan, terjadi permasalahan dengan personil pengawalan karena ada beberapa teroris melakukan perampasan uang. Perampasan uang ini dilakukan untuk membiayai aksi teror di daerah lain.

Dalam pengawalan tersebut, beberapa teroris secara membabi buta menyerang konvoi pengawalan. Hal ini memaksa para anggota kepolisian harus melakukan perlawanan dengan maksud membela diri. Namun karena jumlah anggota dan peralatan senjata yang terbatas mengakibatkan anggota kepolisian yang mengawal terluka.

Tak disangka, datanglah tim patroli Turjawali yang saat itu sedang melakukan patroli kewilayahan di sekitar lokasi kejadian. Melihat ada tim patroli dari kepolisian, maka para teroris pun merasa terusik. Sekelompok teroris berlari ke arah bus yang berhenti lalu menyandra bus tersebut.

Melihat perkembangan kejadian tersebut, salah satu anggota melaporkan kepada Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan. Takmenunggu lama, AKBP Yandri pun segera melaporkan kejadian ini kepada Kapolda NTT. Kapolda pun segera memerintahkan kepada Kasatbrimob Polda NTT untuk menurunkan tim khusus Subden 2 Den A Pelopor yang dipimpin oleh Komandan Kompi Brimob Belu untuk menanggulangi aksi tersebut.

Baca Juga :   Bengkel APPeK dan HI Gelar Diskusi Kampung di Desa Oelatimo

Atas perintah Kasatbrimob Polda NTT, maka Pasukan Khusus Subden 2 Den A Pelopor pun segera melakukan persiapan. Persiapan yang dibuat antara lain persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh timsus seperti pengecekan terakhir peralatan perorangan, persenjataan, dan amunisi sesuai dengan Prosedural Standar HAM Internasional. Maka Dantimsus memunyai kualifikasi dan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Setelah persiapan selesai, Timsus Subden 2 Den A Pelopor dibawah pimpinan IPTU Vonny melakukan pembebasan sandera dengan kendaraan taktis yang dimiliki.
Mereka mulai mengejar para teroris yang menyandra Bus dan berhasil menghentikan bus tersebut. Dengan cegat mereka segera memecahkan kaca bus dan melumpuhkan beberapa teroris yang berada di dalam bus. Namun salah seorang teroris menyandra seorang warga. Para anggota timsus tak dapat gegabah karena teroris tersebut mengancam akan melakukan bom bunuh diri.

Timsus berusaha menyelamatkan sandera tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Di saat yang tepat, teroris itu pun berhasil dilumpuhkan dan sandera pun berhasil diselamatkan. Dengan cepat pula mereka segera menangkap teroris tersebut dan membawa teroris dan sandera menjauh dari bom yang sudah diaktifkan. Setelah merasa aman, mereka semua segera tiarap untuk menghindari letusan bom yang sebentar lagi akan meledak.

Booomm! Bom pun meledak dan tak ada satupun yang terluka.

Pelaku diindikasi sebagai teroris karena di dalam tasnya ditemukan satu pucuk senpi jenis AK 47 dan revolver tiga kilo gram bahan peledak jenin TNT. Selanjutnya, teroris dan barang buki diamankan di Mapolres Belu untuk keperluan penyidikan.

Baca Juga :   Disidak Bupati Malaka, Kasek SMAN Harekakae Tertunduk Lemas karena Kondisi Sekolah Kotor

Masyarakat yang dan para tamu undangan yang hadir dalam upacara peringatan hari Bhayangkara ke 71 pun panik melihat aksi teror tersebut. Namun kepanikan mereka segera dikuatkan kembali oleh ketangkasan Timsus Subden 2 Den A Pelopor dalam memberantas aksi teror tersebut.

Hari Bhayangkara tahun 2017 ini diwarnai duka yang dalam. Teroris berhasil memberikan kado hitam buat Polri dan menjadikan anggota Polri sebagai bulan-bulanan serta target serangan teror.

Setelah bom Kampung Melayu yang menewaskan tiga anggota polisi, teroris kembali menyerang polisi di markas Polda Sumut dan di masjid di depan Mabes Polri beberapa jam menjelang Hari Bhayangkara 2017. Tragisnya dengan senjata seadanya para teroris nekat menyerang anggota polisi yang bersenjata lengkap di sekitar markasnya.

Kejadian aksi terorisme di atas merupakan sebuah simulasi bagaimana Polres Belu menghadapi aksi teroris. “Ini sinyal bagi para teroris, bahwa Polres Belu tidak akan main-main dengan para teroris,” ujar AKBP Yandri Irsan. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top