HUKUM & KRIMINAL

Anggota Satgas Pamtas Gagalkan Upaya Penyelundupan 845 liter Mitan ke Timor Leste di Motaain

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota Satgas Yonif Rider 712/Wt pos Motaain PLB berhasil menggagalkan upaya penyelundupan BBM jenis Minyak Tanah (Mitan) sebanyak 845 liter ke Timor Leste, di dalam hutan bakau Dusun Motaain, Desa Silawan, Kec. Tasifeto Timur, Kab. Belu pada Jumad (14/7). Barang bukti saat ini telah diamankan di Makosatgas.

Mulanya, pada pukul 08.00 Wita, Danki mengumpulkan seluruh Danpos dan Wadanpos jajaran Kipur 1 di Pos Motaain. Tujuannya untuk melaksanakan brieffing situasi terbaru terkait Pemilu Legislatif di Timor Leste. Selain itu, mereka juga akan membahas rencana konsep operasi teritorial di wilayah kerja Kipur 1 menyambut HUT ke-72 RI.

Pada pukul 11.30 Danki beserta seluruh Danpos dan wadanpos jajaran kipur 1 melaksanakan ibadah di Mesjid Al-Huda Atapupu. Selama perjalanan Danki melihat banyak kendaraan bermotor yang membawa jerigen-jerigen menuju ke Motaain.

Setelah selesai melaksanakan ibadah, Danki bersama rombongan kembali ke Motaain. Dalam perjalanan pulang, ia masih menemukan banyak kendaraan yang membawa kerigen menuju motaain.

Saat itulah ia mulai curiga kalau pasti akan ada penyelundupan. Dari kecurigaan itu, ia pun memerintahkan Sertu Firman, Praka Kantohe dan Pratu Heru untuk melaksanakan patroli di sepanjang pesisir pantai Motaain dan di hutan bakau Motaain.

Saat Sertu Firman melaksanakan patroli di pesisir pantai melihat beberapa orang masyarakat sedang mengangkat jerigen-jerigen ke dalam hutan bakau. Karena itu, Sertu Firman bersama kedua orang rekannya mengendap ke dalam hutan bakau.

Baca Juga :   Wali Kota: Tugas Penjabat Sekda Sama dengan Sekda Defenitif

Ia bersama dua orang rekannya sedang mengamati sekelompok masyarakat yang sedang mengangkut BBM di hutan Bakau.

Sayangnya, saat itu keberadaan mereka diketahui oleh para penyelundup. Para penyelundup pun sontak kabur meninggalkan barang bukti. Sebagian jerigen minyak sudah mereka satukan di dekat hutan bakau dan siap diangkut menggunakan kapal saat malam hari.

Setelah mendapat semua barang bukti, Sertu Firman segera melaporkan hal tersebut kepada Dankipur 1. Dankipur pun segera memerintahkan Sopir OZ Prt. Haris pergi ke TKP mengambil barang bukti untuk diamankan.

Barang bukti yang berhasil digagalkan merupakan BBM ilegal jenis minyak tanah sejumlah 845 liter. BBM ini dikemas di dalam 19 jerigen 35 liter dan 9 jerigen isi 20 liter. Setelah kejadian ini dilaporkan ke Dansatgas, beliau memerintahkan kepada anggotanya untuk mengamankan barang bukti ke Makosatgas. (richi anyan)

Loading...
Loading...
To Top