EKONOMI

Bawang Merah Dongkrak Pendapatan Petani di Pulau Semau

Petani Semau dengan hasil panen bawang merahnya.

OELAMASI, Kilastimor.com-Bawang merah menjadi komoditi unggulan warga Pulau Semau. Memasuki akhir bulan Juli seperti saat ini, bawang merah bisa mendongkrak pendapatan petani di Semau.

Petani bawang merah dari kedua kecamatan di pulau itu sedang memasuki masa panen. Seperti disaksikan kilastimor.com, di dusun Pahlelo, Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan, pada Rabu (26/7), petani sedang melakukan panen bawang merah.

Nolson Bissilisin, petani muda asal dusun Pahlelo disela-sela panen bawangnya, mengungkapkan kepuasannya. Pasalnya panen bawangnya tahun ini sangat melimpah.

Dikatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kalau dirinya hanya panen beberapa kilo gram saja. Tetapi tahun ini, baru sebagian dipanen, hasilnya sudah mencapai kurang lebih 2 ton.

“Ini luar biasa, karena saya kami baru panen sebagian, tetapi sudah mencapai kurang lebih 2 ton. Tahun ini hasil bawang merah sangat luar biasa. Hal ini karena didukung oleh air yang juga banyak,” Jelas Nolson.

Dia mengisahkan, pihaknya memanfaatkan embung yang dibangun pemerintah beberapa tahun yang lalu untuk menanam bawanh.

Untuk tahun ini sendiri, karena curah hujan yang cukup bagus, sehingga ketersediaan air juga cukup banyak. Air yang tersedia mencukupi kebutuhan bertani bawang merah.

Dijelaskan, setiap tahun petani bawang merah, memanfaatkan air embung, dengan dua kali tanam.

Terkait pemasaran bawang merah, Nolson mengaku, hingga saat ini mereka belum memiliki pemasaran yang tepat. Bahkan, selama ini dirinya bersama petani yang lain, hanya menunggu penadah yang datang membeli bawang mereka.

Baca Juga :   10 WNI Dideportasi Imigrasi Timor Leste ke PLBN Mota'ain. Ini Kronologisnya

Walaupun demikian, Nelson mengungkapkan, rencananya bawang merah miliknya akan dibawa langsung ke Kota Kupang untuk dipasarkan.

Menurutnya, penyeberangan fery Bolok-Hansisi yang sudah lancar, mempermudah masyarakat dapat langsung memasarkan komoditi mereka di Kota Kupang.

“Rencannya, bawang saya ini, akan saya bawa langsung ke Kupang. Di sana rencananya saya jual dengan harga 1 kg Rp 25.000,” ungkap Nelson.

Nolson berharap, pemerintah dapat membantu untuk membuka pasar yang baik bagi petani bawang merah di Pulau Semau. Karena saat ini harga bawang sangat rendah, baik itu di pasar di Kota Kupang, maupun penadah yang datang untuk membeli bawang langsung di petani.

Walaupun harga bawang rendah, namun menurut Nelson, setiap tahun penjualan mereka bisa mendongkrak pendapatan mereka. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top