RAGAM

Bengkel APPeK dan HI Gelar Diskusi Kampung di Desa Oelatimo

OELAMASI, Kilastimor.com-Non Goverment Organisation (NGO), Handicap Internasional (HI), bekerjasama dengan LSM Bengkel APPeK menggelar Diskusi Kampung di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur.

Diskusi Kampung ini digelar bagi Forum yang dibentuk oleh Bengkel APPeK melalui program Advocation for Change (AFC) atau Advokasi untuk Perubahan. Kegiatan ini digelar di kantor desa Oelatimo, pada Kamis (13/7).

Umparu Rangga Landuawang, Koordinator Program Advokasi Untuk Perubahan, ketika memfasilitasi kegiatan ini mereview kembali sejauh mana pemahaman anggota forum terkait pengorganisasian. Mengawali kegiatan ini, Landuawang membagikan anggota forum dalam beberapa kelompok dan melakukan diskusi.

Dalam kelompok, anggota forum mendiskusikan, terkait pengalaman mereka selama ini, pernah tergabung dalam organisasi sosial yang ada di desa. Sehingga dalam kelompok, mereka berbagi sharing tentang apa itu organisasi, sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Selain itu, mereka juga mendiskusikan tentang apa tujuan dari berorganisasi.
Disaksikan, setelah diskusi kelompok, anggota forum diberikan kesempatan untuk mempresentasekan hasil diskusi mereka.

Pada kesempatan ini, beberapa peserta dari latar bekakang organisasi mereka menyampaikan tentang organisasi mereka di desa. Disaksikan, sebagian besar peserta berasal dari organisasi kelompok tani, perempuan, pemuda, majelis gereja atau keagamaan, adat, Badan Perwakilan Desa dan pemerintah desa. Sebagian besar dari peserta, mengatakan bahwa tujuan mereka berorganisasi adalah melakukan perubahan di desa untuk lebih baik.
Terutama bagi mereka di forum yang telah dibentuk adalah untuk memperjuangkan dan mengadvokasi pemenuhan hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan di desa mereka.

Baca Juga :   RSPP Betun Segera Ditingkatkan Statusnya Menjadi RS Tipe C

Untuk diketahui bahwa, forum yang dibentuk Bengkel APPeK di Desa Oelatimo bernama Forum Taleko Monit. Landuawang pada kesempatan ini mendorong anggota forum untuk berorganisasi dengan baik. Menurutnya, forum ini sebagai forum peduli disabilitas dan kelompok rentan, harus secara rutin membangun komunikasi antar anggota, dengan pemerintah desa dan Bengkel APPeK dan HI sebagai lembaga mitra.

Dirinya mengajak anggota forum untuk melibatkan kelompok disabiltas dan kelompok rentan dalam forum tersebut, agar mereka juga belajar untuk menyuarakan hak mereka. Selain itu, dirinya meminta agar dalam forum, perlu dilakukan pendataan penyandang disabikitas dan kelompok rentan di desa Oelatimo.

“Bagaimana kedua kelompok masyarakat tersebut diketahui oleh masyarakat dan pemerintah, jika tidak terorganisir dalam Forum Taleko Monit. Selain itu, bagaimana kita tahu jumlah mereka, jika merek tidak terdata. Untuk itu, kita perlu mengorganisir forum Taleko Monit ini dengan baik, agar hak mereka dapat terjawab oleh pemerintah,” Jelas Landuawang.

Selain itu ditambahkan Landuawang, dalam forum perlu dibangun tujuan bersama atau visi misi. Hal ini agar anggota yang akan tergabung, tahu bahwa forum ini memiliki tujuan yang jelas. Menurutnya, tentunya semua anggota yang tergabung dalam forum tersebut memiliki tujuan masing-masing. Tetapi diharapkan dalam organisasi tersebut perlu dibangun tujuan besarnya, agar masyarakat berjuang bersama kelompok disabilitas dan kelompok rentan, untuk hidup sejahtera di desa.

Baca Juga :   Aksi Para Teroris di Atambua Buat Masyarakat Panik

Dirinya juga berbicara tentang manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.
Diakhir Diskusi kampung tersebut, peserta atau anggota Forum menyepakati beberapa rencana tindak lanjut. Peserta menyepakati tentang rencana pertemuan Bulanan Forum, Arisan Kelompok, Identifikasi anggota, pembahasan program kerja, dan manajemen keuangan. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top