EKONOMI

Bulog Atambua Gandeng Awak Media Kawal dan Laporkan jika Ada Rastra Jelek baik di Belu, TTU dan Malaka

ATAMBUA, Kilastimor.com-Guna memperlancar pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) di tiga kabupaten yang merupakan wilayah kerjanya yakni Belu, TTU, dan Malaka

Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Divre)Atambua, Simon Melky Lakapu, meminta wartawan untuk ikut mengkawalnya. Hal ini disampaikan oleh Melki di ruang kerjanya pada, Jumat (21/7).

Hadir dalam pertemuan ini Krisrian Nugroho (Satker TTU), Gratia Suratmi (Satker Belu), dan Arlan (Satker Malaka). Hadir pula dalam pertemuan ini wartawan dari kilastimor.com, nttonline, Timex, RRI dan Pos Kupang.

Dikatakan, wartawan, yang bertugas di wilayah ini, harus ikut aktif dalam mengkawal pendistribusian Rastra. Bila ditemukan adanya Rastra berkualitas jelek, maka masyarakat bisa segera mengembalikan kepada pihak Bulog agar diganti dengan beras yang kualitasnya lebih baik.

“Kami minta untuk masyarakat, jika penyaluran beras dolog ada yang rusak maka dikonfirmasi untuk dikembalikan ke bulog”, ujarnya.

Melki menuturkan bahwa pihaknya selalu mensortir Rastra sebelum didistribusikan. Apabila pihaknya menemukan beras yang sudah tidak layak dikonsumsi, maka tidak akan disalurkan.

Namun, Melki mengaku dalam pensortiran beras yang akan didistribusikan, bisa saja ada beras yang kualitasnya jelek. Bila terjadi demikian, maka segera dikonfirmasi untuk segera diganti. “Kalau setelah disortir, bila kualitasnya tidak baik, kami tidak akan salurkan”, tegasnya.

Mengenai persediaan beras, Lakapu mengatakan, beras tahun 2016 masih ada di gudang sebanyak 1.000 ton. Untuk persediaan beras di tahun 2017, sudah ada tambahan stok 1000 ton. Ada 999 ton lagi yang dalam minggu ini akan sampai dari Jawa Timur.

Baca Juga :   DPC Demokrat Kota Kupang Pasangan Lima Wastafel Portable di Lima Titik

“Sekarang ada dua ribu ton. Masih ada tiga ribu ton beras yang akan masuk. Jadi persediaan beras untuk satu semester sudah cukup”, paparnya.

Melki menyebutkan, kebutuhan Rastra untuk tiga kabupaten yang merupakan wilayah kerja Bulog Divre Atambua selama setahun sebanyak 8.989,740 ton dan yang sudah ada saat ini di gudang bulog sebanyak 4.000 ton lebih.

Melki menuturkan bahwa pihaknya telah menyalurkan Rastra sebanyak 102 ton di enam desa yang berada di Kabupaten Belu. “Ini sesuai dengan rekomendasi dari pemda”, ujarnya.

Mengenai pembelian beras, pihak bulog saat ini mendatangkan beras dari tiga daerah yaitu Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Pihaknya belum bisa membeli beras dari Kabupaten Belu, TTU, dan Malaka. Hal ini dikarenakan harga beras di pasaran berkisar di atas Rp 8000.

“Beras di pasaran masih berkisar diatas Rp 8000. Untuk Kabupaten Malaka Rp 8000, Belu dan TTU diatas Rp 8000, sedangkan bulog memcari beras dengan harga Rp 7300, makanya tidak bisa dibeli dari tiga kabupaten ini”, ujarnya.

Terkait KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kabupaten Belu saat ini ada 14.180 KPM sedangkan di Kabupaten Malaka ada 13.968 KPM. Menariknya, Jumlah KPM di Kabupaten Malaka berkurang 1000 KPM, sedangkan untuk Kabupaten Belu bertambah 1000 KPM.

Diakhir pertemuan itu, Melki meminta kepada awak media agar membantu mereka dalam mengkawal pendistribusian Rastra. Ia juga meminta masyarakat untuk sesegera mungkin mengkonfirmasi ke pihaknya apabila mendapat beras yang tidak layak dikonsumsi.

Baca Juga :   Banjir Rob Landa Pantai Motadikin

“Kami berusaha yang terbaik untuk masyarakat. Kekurangan yang ada pada kami bukanlah suatu kendala bagi kami untuk melayani masyarakat”, ujarnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top