RAGAM

Dua Atlet Paralympic dapat Bonus dari Pemprov NTT

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Provinsi NTT menepati janjinya bagi para Atlet yang berjuang dalam setiap perhelatan olah raga tingkat Nasional dan Internasional.

Tak hanya atlet non disabilitas, atlet Paralympic atau atlet penyandang disabilitas juga mendapat bonus. Hal ini disampaikan Victor Haning, Ketua Nasitional Paralympic Commite (NPC) NTT, ketika mendampingi dua orang atlet bidang atletik mengambil bonus di bank NTT cabang Oelamasi, pada Selasa (4/7).

Dirinya menyebutkan, kedua atlet Paralympic itu antara lain, Stifania Ritti, atletik lari T54+, Tuna rungu wicara putri 5000 meter. Kemudian, Arfen Silla atlet lari T54+, Tuna rungu wicara putra 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Kedua atlet Disabilitas rungu wicara ini, Stifania Ritti, berhasil meraih medali perunggu, sehingga mendapatkan bonus uang sebesar Rp50.000.000. Sedangkan Arfen Silla tidak mendapatkan juara, tetapi sebagai penghargaan pemprov terhadap perjuangannya, sehingga dia mendapatkan bonus uang sebesar Rp15.000.000.

Victor yang juga anggota DPRD kota Kupang, menjelaskan kedua atlet paralympic tersebut telah mengikuti Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) atau PON penyandang disabilitas ke-15 di Bandung, pada Oktober 2016 lalu.

Dijelaskan juga, walaupun paralympic berlangsung pada Oktober 2016, tetapi karena proses sesui prosedur dan pengganggaran pencairan 2017, sehingga bonus tersebut baru didapat.

“Mekanisme penerimaan bonus ini perlu dibahas dalam perencanaan dan penganggaran provinisi, sehingga bonus tersebut baru dikirim ke rekening masing-masing atlet pada tanggal 23 Juni 2017 lalu,” jelas Victor.

Baca Juga :   Manejemen RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Minta Maaf Atas Penutupan IGD. dr. Rasco: Kami Tidak Covid-kan Pasien

Victor mengisahkan bahwa paralympic ini awalnya diseleksi. Kemudian, mengikuti latihan walaupun keterbatasan dana, namun kedua atlet ini tetap diberangkatkan. Tetapi, setelah pulang, kedua atlet ini mendapat apresiasi dari pemprov. Dirinya berharap ke depan semakin banyak penyandang disabilitas dilibatkan dalam berbagai kegiatan olah raga.

Diyakini ada banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi menjadi atlet paralympic.
Sementara itu, kedua Atlet paralympic ini melalui penterjemah Jesmina Kuna Koreh, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov NTT yang sudah menghargai jerih lelah mereka. Keduanya akan berusaha di pertandingannya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pemerintah NTT.

Untuk diketahui kedua atlet tersebut sedang dibina oleh panti sosial Bina Rungu Wicara Efata Naibonat. Pada kesempatan ini, kedua atlet didampingi Wempi Riwu, pembina dari panti sosial Bina Rungu Wicara Efata Naibonat. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top