EKONOMI

Parada: Bangun Galeri Seni Wujud Pemda Belu Mampu Terjemahkan Program Crossborder

ATAMBUA, Kilastimor.com–Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu, Mariano Parada menilai, pembangunan galeri seni yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Belu (Pemkab Belu) merupakan salah satu wujud kemampuan pemerintah daerah dalam menerjemahkkan program crossborder yang dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia melalui konser music yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan Indonesia Timor Leste.

“Iya kita apresiasi pembangunan galeri seni yang dilakukan oleh BI yang juga dapat terlaksana karena dukungan penuh dari Pemda Belu. Ini wujud Pemda Belu mampu menerjemahkan program kementerian Pariwisata melalui kegiatan crossborder yang dikemas dalam bentuk konser music,” kata Parada ketika dihubungi Kilastimor.com di Atambua, Selasa, (18/7).

Kemampuan Pemda Belu dalam menerjemahkan program kementerian Pariwisata melalui kegiatan Crossborder tersebut dalam kaitan dengan dukungan Pemda terhadap BI untuk membangun galeri seni di Belu jelas Parada, lantaran upaya pemerintah untuk mempromosikan potensi dan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki masyarakat belu kepada masyarakat diluar daerah bahkan internasional secara berkelanjutan.

“Ini sederhana saja, pengalaman kita kan kegiatan Crossborder melalui konser music itu menghadirkan artis ibukota bahkan tahun kemarin menghadirkan astis dan masyarakat dari negara tetangga (Timor Leste), konsernya malam, para artis tersebut siangnya diantar keliling Belu untuk melihat apa tempat wisata yang menarik, indah dan unik yang kita miliki, malam saat konser music berlangsung ada stand-stand yang digunakan masyarakat untuk promosi dan jual berbagai hasil kerajinan (souvenir) termasuk tenun ikat. Nah dengan adanya galeri ini kita tidak harus tunggu lagi ada konser music baru promosikan hasil seni dan budaya yang kita miliki, tetapi galeri ini menjadi salah saru sarana/fasilitas permanen untuk mengakomodir seluruh potensi seni yang merupakan hasil karya yang memiliki nilai dan identitas budaya kita untuk dipromosikan (dijual) secara berkelanjutan kepada masyarakat luas termasuk masyarakat internasional yang datang di Belu nanti. Inilah maksud penilaian saya akan salah satu wujud Pemda Belu mampu menerjemahkan program Crossborder,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemkot Kupang Bagi Desinfektan dan HS kepada 23 Rumah Ibadah

Parada yang juga merupakan salah satu pemuda yang selama ini aktif mendampingi komunitas tenun ikat Timor di kelurahan Manumutin yang saat ini menjadi kelompok tenun binaan Bank Indonesia Provinsi NTT tersebut mengapresiasi kepedulian BI dan Pemda Belu yang telah berupaya mendukung pengembangan seni dan budaya melalui tenun ikat dengan membangun galeri seni di Belu.

“Kita senang dan karena dengan adanya galeri ini tentu akan berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi masyarakat terutama para pengrajin tenun ikat. Semoga dengan merangkai benang, kemiskinan pun bisa terurai dan harapan mereka untuk berubah dapat terwujud,” pintanya. (mar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top