RAGAM

Persab Belu dan Persamba Manggarai Barat Lakoni Laga Hidup-Mati Minggu Malam Nanti

Ronny Anyan

ENDE, Kilastimor.com-Persab Belu akan melangsungkan laga hidup mati di dua pertandingan tersisa. Tidak ada kata seri untuk bisa lolos mendampingi tuan rumah Perse Ende ke babak selanjutnya.

Malam ini, Minggu (30/7), Persab Belu akan bertanding melawan Persamba Manggarai Barat. Anak-anak asuhan Bert Pantury dipaksa untuk harus memenangi laga ini jika ingin lolos ke putaran berikutnya.

Demikian halnya dengan Persamba Manggarai Barat. Bagi Persamba, Laga ini adalah laga terakhir sekaligus penentu apakah mereka akan lolos ke putaran berikutnya atau berpasrah diri menunggu kekalahan Persab Belu saat melawan Persematim nanti (3/8).

Saat ini, Persamba Manggarai Barat berada di posisi kedua dengan 7 poin. Hanya saja, Persamba sudah 3 kali bertanding dan malam ini adalah laga terakhir bagi Persamba.

Berbeda dengan Persab Belu. Saat ini, Persab Belu baru menjalani dua laga dengan mengantongi 3 poin. Maka tidak ada kata seri untuk bisa lolos ke putaran berikutnya. Dengan demikian, laga ini menjadi laga hidup mati bagi kedua tim.

Dua tim lainnya, Persim Manggarai dan Persematim Manggarai Timur sama sudah memastikan diri untuk pulang lebih awal mendampingi juara bertahan Maumere. Walaupun menang dalam dua laga terakhir, kedua tim sama-sama tidak bisa lolos ke putaran berikutnya karena saat ini keduanya belum memiliki satu poin pun.

Untuk pertandingan malam nanti, Bento Cs tetap melakukan latihan rutinitas seperti biasanya. Paul Berek memotivasi tim Persab Belu dengan mengatakan bahwa jangan pernah menyerah. Butuh kerjasama yang baik.

Baca Juga :   Syukur, Perbatasan RI-Timor Leste Damai Selama 17 Tahun Terakhir

“Pada sisa dua pertandingan ini, Persab Belu pasti bisa meraih poin penuh”, ujar Paul.

Salah seorang pemain Persab Belu, Rony Anyan menyemangati teman-temannya dengan menceritakan masa kejayaan Imperiun Roma di masa Julius Caesar. Tidak ada kata menyerah bagi pasukan Julius Caesar saat melakukan infasi ke kerajaan-kerajaan lain.

“Saat itu, Julius Caesar memiliki moto Veni Vidi Vici yang artinya Kami Datang, Kami Lihat, Kami Menang! Begitu juga dengan Persab Belu,” ujarnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top