HUKUM & KRIMINAL

Sadis!!! Polres Belu Rekonstruksi Pembunuhan Punawirawan Tentara Joao Ferreira Vicente di Kimbana

Rekonstruksi pembunuhan di Kimbana

ATAMBUA, Kilastimor.com-Polres Belu melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Purnawirawan Joao Ferreira Vicente di halaman Polres Belu pada Jumad (28/7). Proses rekonstruksi yang bertujuan untuk mensinkronkan antara keterangan korban dengan adegan-adegan saat pembunuhan ini berjalan dengan aman.

Rekonstruksi kasus pembunuhan Purnawirawan Joao Ferreira Vicente dimulai pukul 14.15 Wita dan berakhir pada pukul 15. 20 Wita.

Dalam rekonstruksi ini, dihadirkan para pelaku pembunuhan seperti Danker, Ayu, Herman Berek, dan Yohanes Atok. Namun, masih ada satu lagi pelaku yang tidak terlihat dalam rekonstruksi ini yaitu Marius. Marius yang telah ditetapkan sebagai DPO,sampai saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Sebelum memulai rekonstruksi, Kasat Reskrim Iptu Jemy Noke memimpin persiapan bersama semua anggotanya. Persiapan yang dilakukan selama lima menit ini selesai, maka langsung tim penyidik menyiapkan beberapa tempat untuk dilakukan rekonstruksi. Setelah semua persiapan selesai maka, dilakukanlah rekonstruksi.

Dikisahkan, awalnya Danker sedang asik duduk di depan kios sembari menikmati segelas kopi dan sebatang rokok. Tiba-tiba Marius datang dan menghampiri Danker sembari menanyakan keberdaan Ayu.

Karena banyak pertanyaan dari Marius, maka Danker menyuruh Marius untuk memanggil Ayu. Marius menuruti keinginan Danker. Marius masuk ke dalam rumah dan memanggil Ayu.

Ayu yang dipanggil keluar dari dalam rumah mendahului Marius menuju ke arah Danker. Tak lama berselang, Marius pun ikut keluar dari dalam rumah.

Baca Juga :   Penginapan Kontingen ETMC 2019 di Malaka Sekelas Hotel Bintang Tiga

Karena sudah merasa tak ada lagi orang di sekitar mereka, maka mulailah mereka menyusun rencana. “Kami waktu itu susun rencana untuk tangkap basah supaya bisa kasih denda adat,” aku Danker kepada awak media.

Setelah menyusun rencana, Marius dan Ayu menuju ke lokasi untuk untuk mengatur strategi. Setelah dirasa cukup, maka Marius dan Ayu kembali lagi ke rumah. Sesampai mereka di rumah, maka Ayu segera menghubungi Joao Ferreira Vicente via telpon selulernya.

Joao yang dibujuk pun akhirnya mau bertemu dengan Ayu. Karena sudah ada kepastian akan bertemu, maka Danker dan Marius bersama Herman Berek bersiap menuju ke lokasi. Waktu itu, Yohanes M. Atok yang merupakan anak kandung dari Ketua LVRI, Stefanus Atok, dengan mobil kijangnya hendak berjalan menuju Lurasik untuk memanen padinya.

Melihat kedatangan Yohanes, maka Danker segera menghentikan mobil untuk numpang menuju lokasi kejadian. Waktu sampai di lokasi kejadian, mereka bertiga langsung bersembunyi di antara semak belukar, sedangkan Yohanes melanjutkan perjalanannya.

Ayu menyempatkan diri untuk datang ke lokasi kejadian sekali lagi. Tujuannya untuk memastikan semua sudah sesuai dengan rencana. Setelah merasa aman, maka Ayu kembali ke kilo 16 untuk menjemput korban yang sudah menunggu.

Lalu Ayu pun mengajak korban untuk berangkat ke lokasi kejadian. Tanpa menolak, korban pun langsung menghidupkan motornya membonceng Ayu, lalu berangkat ke lokasi kejadian. Sebelum berjalan, Ayu sempat miss call Danker menggunakan telepon selulernya.

Baca Juga :   Jelang Akhir Masa Jabatan, Bupati TTU Dilarang Lakukan Mutasi

Sesampai mereka di lokasi kejadian, Ayu dan Korban duduk berdampingan. Saat hari mulai gelap, korban segera mengajak Ayu untuk pulang. Sebelum naik di atas motor, korban masih membuka jok motor, mengambil dompetnya dan memberikan Ayu uang sebesar Rp 500.000.

Sewaktu hendak menaiki motornya, tiba-tiba Danker keluar dari semak-semak dan langsung memegang tangan korban diikuti Marius. “Aduh ada orang”, begitu teriak korban dengan kagetnya.

Merasa dirinya terancam, maka korban segera mencabut pisau dari pinggangnya dan langsung menyerang Danker. Belum sempat menikam Danker tangan korban sudah dipegang Marius sembari berkata, “Danker awas ada pisau”.

Korban pun sempat menendang Danker, tapi pisau yang berada di tangannya sudah terjatuh. Danker yang naik pitam, langsung menikam Korban di perutnya.

Korban tak tinggal diam. Korban dengan satu tangan memegang perutnya langsung memberikan perlawanan kepada Marius.

Marius dengan gesit segera mengambil pisau korban yang terjatuh dan mulai menikam korban berkali-kali. Danker yang melihat perkelahian itu, segera ikut menikam korban.

Karena sudah ditikam berkali-kali, korban pun terjatuh tak sadarkan diri. Sedangkan Ayu sudah sedari tadi pingsan saat perkelahian itu terjadi.

Melihat korban yang sudah tak berdaya, Danker memanggil Herman Berek untuk memastikan korban masih hidup atau sudah mati. Setelah dilihat, maka Herman segera memberitahu kepada Marius dan Danker kalau korban sudah tak bernyawa lagi.

Baca Juga :   Dinas PKPO Malaka Minta Setiap Sekolah Berprestasi

Herman yang ketakutan, segera lari meninggalkan lokasi. Sesampai di tepi jalan umum, Herman segera menahan salah satu motor yang lewat menuju ke rumahnya. Samapai di rumah, Herman segera mengambil mobil kijang milik Fanus Atok yang diparkir di rumahnya untuk menjemput para pelaku.

Danker yang mengetahui hal itu, segera menghubungi seseorang via telepon seluler dan melaporkan kalau korban sudah meninggal. “Bapa, dia sudah mati”, ujarnya kepada orang yang belum diketahui sampai saat ini.

Setelah menelpon orang misterius itu, Danker dan Marius segera menggotong Ayu ke tepi jalan. Sembari menunggu kedatang Herman, Danker menyerahkan pisau kepada Marius untuk disembunyikan, sedangkan Ayu dibiarkan tergelepar di tepi jalan.

Tak berapa lama kemudian, Herman sudah kembali untuk menjemput Ayu, Danker dan Marius untuk kembali ke rumah di kilo 16. Saat itu, ayu sudah mulai tersadar.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini Purnawirawan Kodim 1605/Belu, Joao Vicente(57) ditemukan tewas di Baun, Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kec. Tasbar, Belu. Korban ditemukan pada Senin (26/6) oleh Sepnat Tiauw (52). Korban diduga meninggal karena dibunuh. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top