RAGAM

Umat Lingkungan St. Ignasius Loyola Sukabiren Rayakan Peringatan Santo Pelindungnya

Lomba Catur

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam rangka memperingati perayaan Pesta ST. Ignatius Loyola pada Senin (31/7), Umat Lingkungan ST. Ignasius Loyola Sukabiren mengadakan beberapa rangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan iman umat dalam menghayati karya kerasulan yang pernah dilakukan oleh ST. Ignasius Semasa hidupnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang dibuat yaitu lomba catur antar anak-anak SMP, SMA, dan para pemuda. Selain itu, ada juga lomba baca kitab suci,nonton bareng dan beberapa kegiatan lainnya.

Ketua Lingkungan ST. Ignasius Loyola Sukabiren Yohanes Bria mengatakan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan iman umat dengan menghayati kisah hidup ST. Ignatius Loyola. “Kita rangkum semua kegiatan ini dengan tema: Ad Maoren Dei Gloriam”, ujarnya.

Ignatius Loyola (Bahasa Basque:Ignazio Loiolakoa, Bahasa Spanyol:Ignacio de Loyola) hidup anatara tahun 1491-31 Juli 1556. Ia adalah seorang mantan ksatria Spanyol yang berasal dari sebuah keluarga bangsawan Basque, biarawan, imam Katolik semenjak tahun 1537, dan teolog, yang mendirikan Serikat Yesusdan menjadi Superior Jendral pertamanya. Ignatius muncul sebagai seorang pemimpin agama selama masa Kontra-Reformasi. Bakti Ignatius padaGereja Katolik Roma memiliki ciri khas sikap taat total pada kekuasaan dan hierarki Gereja Katolik.

Setelah terluka serius dalam Perang Pamplona pada tahun 1521, Ignatius melewati proses perubahan spiritual saat ia menjalani perawatan. Buku De Vita Christi karya Ludolph Saxony memberikan inspirasi padanya untuk meninggalkan semua kehidupan militer pada masa lalunya dan membaktikan seluruh dirinya untuk berkarya demi Tuhan, megikuti contoh-contoh para pemimpin rohani seperti Fransiskus dari Assisi.

Baca Juga :   SMAN Harekakae Gelar Pertandingan Voli dan Badminton

Ia memperoleh penampakan dari Bunda Maria dan bayi Yesus saat ia berada di tempat suci Ratu Montserrat di bulan Maret 1522. Setelah itu ia pergi ke Manresa di mana ia mulai berdoa tujuh jam sehari, seringkali di dalam sebuah gua yang berada dekat di sana, sembari membentuk dasar-dasarLatihan Rohani. Di bulan September 1523, Loyola tiba di Tanah Suci untuk tinggal di sana, namun tak lama kemudian ia dikirim kembali ke Eropa oleh para imam Fransiskan.

Antara tahun 1524-1537, Ignatius belajar teologi dan Bahasa Latin di Spanyol dan Paris, Perancis. Pada tahun 1534, ia tiba di kota Paris selama bergejolaknya sikap anti-Protestan yang memaksa John Calvin untuk meninggalkan Perancis.

Igantius dan beberapa pengikutnya mengikat diri mereka pada sumpah kemiskinan, kesucian dan ketaatan demi Tuhan dan Gereja Katolik. Pada tahun 1539, mereka mendirikan Serikat Yesus, yang disetujui oleh Paus Paulus III pada tahun 1540. Latihan Rohani juga disetujui oleh paus yang sama pada tahun 1548. Loyola juga merancang Konstitusi Serikat Yesus.

Ignatius meninggal di bulan Juli 1556. Ia kemudian dibeatifikasi oleh Paus Paulus V pada tahun 1609, dikanonisasi oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622, dan diangkat sebagai pelindung semua retret rohani oleh Paus Pius XI pada tahun 1922.

Hari peringatan Ignatius Loyola dirayakan pada tanggal 31 Juli. Ignatius adalah santo pelindung para tentara, Serikat Yesus, wilayahBasque, dan provinsi-provinsi Guipuzcoa dan Biscay. (richi anyan)

Baca Juga :   Pj. Bupati Malaka Pantau DAS Benenain di Dua Kecamatan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top