EKONOMI

Wabup Belu: Saya Bangga jadi Anak Tukang Sapi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dalam Lomba Kontes Sapi Tingkat Provinsi NTT, Wakil Bupati Belu J. T. Ose Luan mewakili bupati yang saat itu sedang melakukan perjalanan dinas memberikan sekapur sirih bagi para tamu undangan yang hadir pada, Sabtu (15/7). Sebagai seorang anak “Tukang Sapi”, Ose Luan merasa bangga bisa memberikan sekapur siri pada Lomba Kontes Sapi yang bertemakan “Ternak Lokalku Hebat! Dari Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia”.

Saat memberikan sekapur sirih, Ose Luan pada kesempatan pertama berterima kasih kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang telah mempercayakan Belu sebagai tuan rumah perlobaan Kontes Sapi Tingkat Provinsi NTT. Baginya hal ini merupakan sebuah rahmat bagi masyarakat Belu, karena itu Pemkab Belu mengapresiasi hal tersebut.

“Tepat ini merupakan tempat saya menggembalakan sapi”, tuturnya sembari memandang lokasi sekitar tempat Lomba Kontes Sapi Tingkat Provinsi NTT.

Ose Luan Berkisah, sewaktu libur, ayahnya sering meminta dia untuk menggembalakan sapi di tempat ini. “Karena orang tua saya tukang sapi.”, demikian ujarnya sembari tersenyum. “Tukang sapinya Seminari Lalian” lanjutnya.

Ose Luan menjelaskan bahwa ayahnya adalah seorang penggembala sapi milik Seminari SMA Lalian. Karena dedikasinya yang tinggi, maka ayahnya dinobatkan sebagai “Tukang Sapi” Seminari Lalian. “Jadi ada tukang kayu, tukang batu, ada tukang sapu, ada tukang jahit, ada tukang sepatu di Seminari lalian. Dan yang tukang sapinya itu adalah bapak saya!” Demikian candanya disambut tawa dari pada hadirin.

Baca Juga :   Kajari TTS Persilahkan Kejati NTT Lidik Ulang Kasus Dana Bansos

Pada kesempatan hari ini, ia berbangga hati sebagai seorang anak tukang sapi dapat memberikan sekapur sirih dalam Lomba Kontes Sapi Tingkat Provinsi NTT. “Pada kesempatan yang sangat bermartabat ini, Kontes Sapi Tingkat Propinsi NTT, seorang anak tukang sapi harus menyapa bapak ibu sekalian”, tuturnya disambuat tepukan tangan para hadirin.

Ose Luan menjelaskan, sapi bukanlah sesuatu yang asing bagi Orang Timor. Sapi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa sapi adalah sahabat bagi para petani dalam kesehariannya. Selain sebagai seorang petani, sapi sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari pekerjaan mereka.

Oleh karena itu, kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT setiap tahun ini adalah sebuah kegiatan yang dapat memberikan motifasi kepada masyarakat untuk semakin mengembang-biakan sapi.

Tak dapat disangkal bahwa banyak Anak Timor yang menjadi sarjana dari sapi. “Pada saat kita mau membayar uang kuliah, sapilah yang menjadi jalan keluarnya”, tuturnya.

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi penting dan berguna sehingga kita yang berada di provinsi ternak ini harus mengapresiasinya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah propinsi yang ingin menjadikan Provinsi NTT sebagabi Propinsi Ternak dan Kabupaten Belu siap mendukung hal tersebut.

Ose Luan menuturkan bahwa Pemkab Belu sedang merencanakan untuk mendatangkan sapi-sapi unggul yang genetiknya sudah menurun. Dahulu, masyarakat Belu berlomba-lomba untuk mengekspor sapi-sapi bibit unggul sehingga yang tersisa saat ini hanyalah sapi-sapi yang tidak dapat dijadikan bibit unggul.

Baca Juga :   Jelang Natal, Kota Atambua Diwarnai Banyak Pohon Natal

Kerena itu, kontes seperti ini kembali memotivasi dan merubah paradigma Masyarakat NTT untuk mengembangbiakan ternak. “Hal ini dapat menjadikan NTT bukan gudang tanpa ternak, tapi gudang yang penuh dengan ternak”, Sarannya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top