HUKUM & KRIMINAL

Keluarga Almarhum Joao Vicente Adukan Kinerja Penyidik Polres Belu ke DPRD Belu

Garing DPRD Belu, keluarga korban dan polisi.

ATAMBBUA, Kilastimor.com-Keluarga korban pembunuhan, Purnawirawan TNI-AD Joao Vicente, mendatangi Kantor DPRD Belu, Rabu (23/8). kedatangan mereka guna mempertanyakan perkembangan kasus pembunuhan tersebut. Paslanya, kerja para penyidik belum maksimal dalam menyidik kasus tersebut.

Pada pertemuan dengar pendapat ini, pihak keluarga mencecar para penyidik dari Reskrim Polres Belu dengan berbagai pertanyaan. Salah satunya adalah barang bukti yang sudah ditahan Polres Belu. Pihak keluarga mempertanyakan kepemilikan barang bukti berupa Handphone dan mobil tersebut. Pihak keluarga juga menanyakan terkait Handphone milik korban yang hingga kini belum ditemukan.

Selain itu, pihak keluarga juga mempertanyakan terkait isu yang didengar mereka soal lokasi tempat pembunuhan. Sempat beredar isu korban dibunuh di lokasi lain dan dibuang di hutan Baun. Karena itu, mereka meminta kejelasan pada pihak penyidik.

Lebih lanjut, pihak keluarga memertanyakan soal motif dari pembunuhan tersebut. Adakah motif lain selain motif pembunuhan berencana?

Satu hal yang paling seru dipertanyakan oleh pihak keluarga adalah terkait salah satu pelaku yaitu Marius yang hingga saat ini belum ditangkap oleh pihak Polres Belu. Bagi pihak keluarga, pihak Polres Belu bergerak lamban dalam menangkap Marius. Dari informasi yang didapat keluarga korban bahwa Marius selama ini masih berkeliaran di seputaran Halilulik.

Diberitakan media ini sebelumnya, “Penjual Kayu Bakar Temukan Jasad Purnawirawan TNI di Kimbana”. Purnawirawan Kodim 1605/Belu, Joao Vicente (57) ditemukan tewas di tengah hutan Baun, Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Korban ditemukan, pada Senin (26/6) oleh Sepnat Tiauw. Korban diduga meninggal karena dibunuh. (richi anyan)

Baca Juga :   2.200 Hektare Lahan Pertanian Masyarakat Telah Diolah Distan Malaka
Loading...
Loading...
To Top