HUKUM & KRIMINAL

Anggota DPRD dari Fraksi PAN Ditahan Kejari Sumba Timur Terkait Dugaan Korupsi

Logo Kejaksaan

KUPANG, Kilastimor.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur menahan Daud Ndakularak anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Selasa (15/8).

Daud ditahan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Kas APBD Kabupaten Sumba Timur tahun anggaran 2005-2006.

Kajari Sumba Timur, Max Oder Sombu kepada wartawan, Rabu (16/8) menjelaskan, tersangka terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana Kas APBD Tahun 2005-2006 lalu, senilai Rp 17,3 miliar.

Dijelaskan, tahun 2005-2006 tersangka berstatus sebagai kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Sumba Timur. Dimana, tersangka menandatangani sedikitnya 9 lembar cek dari rekening milik Pemda Sumba Timur yang nilainya mencapai Rp 17,3 miliar.

Dikatakan, dari nilai uang tersebut Rp 1,5 miliar diminta oleh Deny Untono salah satu terpidana kasus korupsi untuk pembayaran panjar proyek. Permintaan pembayaran senilai Rp 1,5 miliar itu dari saksi Kalendi Mananghau yang juga salah satu terpidana kasus korupsi.

Untuk mempertanggungjawabkan hal itu, lanjut Sombu, Kalendi Mananghau selaku pemegang kas daerah meminta meminta cek dari Deny Untono untuk disimpan dalam brankas. Dari situ, Deny menyanggupi permintaan Kalendi dengan menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp 700 juta dan Rp 800 juta melalui cek BRI Cabang Waingapu Kabupaten Sumba Timur.

Ditambahkan, ditahun 2006, Deny Untono kembali meminta pembayaran panjar proyek senilai Rp 4,7 miliar kepada Kalendi Mananghau. Deny menyerahkan dua cek BRI yang nilainya masing-masing, Rp 500 juta dan Rp 3 miliar. Sementara sisanya Rp 1,2 miliar diganti oleh Deny Untono.

Baca Juga :   Ini Deretan Penyanyi dan Komposer Lagu Asal NTT yang Raih AMI Awards 2019

Ditegaskan Sombu, dalam kasus itu negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp 6, 2 miliar berdasarkan hasil perhitungan dari BPKP Perwakilan NTT. (crh)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top