RAGAM

Beri Bina Dorong Masyarakat Talawai Bangun Semangat Gotong-Royong

Peletakan batu pertama pembangunan pipanisasi.

KALABAHI, Kilastimor.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Gabriel Abdi Kesuma Beri Bina, mendorong masyarakat Tabulubui Desa Talawai untuk membangun Swadaya masyarakat melalui semangat Gotong-oyong dalam melakukan pembangunan di Desa mereka.

Hal ini disampaikan Beri Bina saat menghadiri Peletakan batu pertama pengerjaan pembangunan penyuplaian air dan pipanisasi dari Sumur yang dinamakan masyarakat Sumur Yakub di desa tersebut. Peletakan batu tersebut digelar pada Sabtu (26/8) siang di dusun 2 Tabulabui, Desa Talawai.

Beri Bina  pada kesempatan ini mengatakan,  setiap orang tidak mampu mengerjakan sesuatu yang besar dengan kekuatannya sendiri. Dijelaskan,  pada umumnya masyarakat Alor dari generasi ke generasi dan dari masa ke masa memiliki kekuatan swadaya yaitu semangat gotong royong. Sehingga, dirinya mendorong masyarakat untuk menumbuh kembangkan pemberdayaan dengan semangat gotong-royong tersebut.

Dalam hal membangun penyuplaian air tersebut, anggaran yang dibutuhkan dilakukan juga dengan semangat gotong-royong. Dirinya mendorong masyarakat, yakni setiap kepala keluarga  mengumpulkan uang   sebanyak 200.000 – 350.000. Hasilnya, saat ini uang tersebut digunakan untuk pengadaan pipa dan pompa Hidrolik.

Selanjutnya dirinya menjelaskan, peletakan batu pertama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Dimana, sebelumnya pada 24 Juli 2017 sebelumnya,  dirinya bersama masyarakat melakukan identikfikasi  masalah yang ada di desa tersebut. Disebutkan, masalah yang ada di desa tersebut yakni yang lebih utama adalah kekurangan air bersih dan listrik.  Tetapi menurutnya, hal yang menjadi prioritas dan secepatkan dituntaskan adalah pemenuhan air bersih.

Baca Juga :   Hujan Gol, Persab Belu vs Persena Nagekeo Imbang

“Bulan lalu pada kesempatan yang  sama, kita sudah buat daftar panjang prioritas yang ada di desa ini. Disitu ada ada dua hal prioritas yang perlu dituntaskan yakni listrik dan air.  Pada waktu itu kita sepakati untuk mulai dari air, sebab itu kebutuhan utama. Untuk itu hari ini saya datang untuk kita mulai membangun air bersih yang menjadi kebutuhan utama kita,” ungkap Beri Bina.

Ditambahkan, masalah air bersih di Desa Dusun Tabolabui dikarenakan topografi perbukitan yang mengakibatkan pusat mat air dibawah bukit, sehingga sulit diakses masyarakat. Tetapi melalui diskusi dengan masyarakat, maka upaya untuk mengalirkan air dari tempat direndah ke tempat yang tinggi diupayakan.  Menurutnya, dengan teknologi Hidran air yang berada di tempat yang rendah dan dengan tenaga teknologi yang profesional, pekerjaan bisa dikerjakan dalam waktu kurang lebih 3 minggu.

Adapun biaya untuk mengerjakan kegiatan upaya mengalirkan air bersih tersebut, menurut Beri Bina dilakukan secara swadaya. Dirinya pada kesempatan sebelumnya mengajak masyarakat untuk membangun kearifan lokal masyarakat untuk mengumpulkan uang dari setiap kepala keluarga untuk biaya pengerjaan  tersebut.

Dirinya berharap keterlibatan masyarakat adalah bagian dari menumbuhkan semangat gotong-royong yang ada di masyarakat. Dikatakan, masyarakat dengan bahu membahu membantu teknisi yang mengerjakan pemasangan pipa dan pompa.

Untuk diketahui, peletakan batu pertama tersebut dilakukan dengan cara simbolis. Hal tersebut dilakukan karena akses jalan ke sumber air sulit dijangkau dan butuh waktu lama. Untuk itu peletakan batu pertama ditandai dengan penyerahan batu dari tokoh adat kepada pemerintah desa, selanjutnya diserahkan kepada Beri Bina dan istrinya, kemudian dilanjutkan kepada teknisi. (qrs)

Baca Juga :   Perkampungan Berika, Weliman Terancam Longsor
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top