RAGAM

DPRD dan Dinas Pendidikan Provinsi NTT Berkomitmen Perjuangkan USB SMKN 1 Amarasi Barat

Winston Rondo

OELAMASI, Kilastimor.com-Komisi V DPRD Provinsi NTT, dan Dinas Pendidikan Provinsi berkomitmen untuk memperjuangkan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Amarasi Barat.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Winston Rondo dan Anwar Hadjral, serta Suleha Wongso, Kepala UPT Pendidikan Wilayah I NTT. Mereka menyampaikan komitmen ini, ketika mengunjungi SMKN 1 Amarasi Barat, pada  Senin (31/7).

Sebagai komitmen utama pembangunan sekolah ini, Winston dan Anwar sepakat untuk memasukan pembahasan sekolah tersebut dalam agenda komisi V. agenda pertemuan ini, rencananya dilakukan oleh komisi V dan dinas pendidikan.

Sehingga, jika tidak dalam tahun 2017, maka tahun 2018, sekolah tersebut sudah harus dibangun. Sedangkan sebagai tindak lanjutnya, tanggal 22 Agustus 2017 mendatang, dalam agenda Reses dirinya akan kembali mengunjungi sekolah tersebut.

Sebagai anggota DPRD, Winston dan Anwar mengaku bahwa mereka memiliki kewenangan yang besar untuk

Kepada pihak dinas Pendidikan, Winston dan Anwar  mengingatkan untuk memberi prioritas tertinggi untuk pembangunan USB SMKN 1 Amarasi Barat. Karena adanya kondisi bencana dan sekolah tersebut ambruk, sehingga  menjadi alasan sekolah tersebut segera dibangun. Dikatatakan juga, dengan kewenangan yang dimiliki, dapat berkoordinasi dengan Dinas pendidikan, melakukan percepatan pembangunan USB.

Selain itu, Kepada Dinas pendidikan, dirinya meminta, untuk membantu kepala sekolah mempersiapkan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Kepada pihak sekolah sendiri, Winston dan Anwar mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dengan mereka jika ada kendala. Kepada ketua komite yang hadir, Winston dan Anwar juga mengingatkan untuk membantu Kepala sekolah, bila ada persyaratan yang dibutuhkan di desa.

Baca Juga :   BPS: Wisman yang Masuk Melalui Atambua Meningkat. Hati-hati dengan Uang Palsu

Terkait sekolah yang sudah ambruk, Winston mengatakan bahwa karena status sekolah yang ambruk tersebut adalah bencana alam, maka dirinya akan berkoordinasi juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (BPBP). Hal ini, agar BPBP juga dapat memperhatikan sekolah tersebut sebagai korban bencana. Dalam hal ini, diharapkan pihak BPBP bisa membantu tenda yang bisa dipakai untuk proses belajar mengajar.

Kepala UPT Pendidikan Wilayah I NTT, Suleha Wongso pada kesempatan ini menyampaikan komitmennya untuk percepatan pembangunan USB SMKN 1 Amarasi Barat. Untuk itu dirinya berharap agar segala sesuatu terkait persyaratan USB lebih dipercepat. Persyaratan yang perlu dipersiapkan disini menurutnya yakni proposal, dan proses hibah tanah.

Dirinya juga berharap pengawalan dari DPRD yang berkelanjutan, agar secepatnya sekolah tersebut diprioritaskan. Karena menurutnya, sebagai unit tekenis bisa mempercepat proses USB, tetapi ada kewenangan juga di dinas pendidikan provinsi.

Terkait persyaratan pembangunan USB Kepala sekolah SMKN 1 Amarasi Barat, Maher Kaseh, mengatakan bahwa semua persyaratan seperti proposal sudah selesai disiapkan. Tetapi hal yang menjadi kendala adalah status tanah. Dimana dikatakan, hingga saat ini badan pertanahan kabupaten belum juga mengukur tanah tersebut dan disertifikatkan.

Untuk diketahui bahwa, SMKN 1 Amarasi Barat adalah satu-satunya sekolah kejuruan pariwisata pertama di Amarasi Barat. SMKN 1 Amarasi Barat ini, didirikan atas inisiatif masyarakat, sehingga sekolah tersebut hingga saat ambruk masih berlantai tanah dan atap daun lontar. (qrs) 

Baca Juga :   25 Rumah Warga di Fatuaruin, Malaka, Mulai Direhab Secara Swadaya
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top