RAGAM

Fary Francis Komitmen Bangun Infrastruktur di Pantar, Alor

Ketua Komisi V pantau proyek di Pantar

KALABAHI, Kilastimor.com-Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis berkomitmen untuk membangun Pulau Pantar, salah satu pulau besar di Kabupaten Alor. Disaksikan kilastimor.com, pada Senin (21/8), Fary bersama rombongan tiba Bandara Mali – Kalabahi, sekira pukul 10.00 wita. Dirinya bersama rombongan disambut dengan tarian Lego-lego, khas Alor.

Setelah itu, dirinya bersama rombongannya langsung berlayar menuju pulau Pantar dengan menempuh perjalanan 2 jam, dengan menumpang kapal milik KSOP.

Seperti halnya di Bandara Mali, setibanya di desa Tamakh, Pantar, masyarakat memyambut Fary dan rombongan dengan tarian Lego-lego.

Menurut Fary, tari Lego-lego merupakan tarian persaudaraan dan sentuhan persahabatan, dimana membuatnya merasa diterima dengan sukacita dan menjadi bagian dalam kebersamaan warga. Baginya, Tarian tersebut mengikatnya sebagai tanda komitmen untuk membangun Pulau Pantar.

Dirinya mengungkan bahwa, Pulau Pantar mesti mendapat perhatian melalui pembangunan infrastruktur. Ada beberapa program yang sudah dirinya perjuangkan ke pulau Pantar.

Dirinya menyebutkan, pada tahun 2015, peningkatan status jalan Baranusa – Kabir menjadi jalan nasional yg kemudian diintervensi APBN sebesar Rp 40 miliar pada 2015 – 2017. Dimana hingga saat ini, sudah terbangun jalan hotmix 6 km dari total 33 km.

Selain itu, saat ini sedang dikerjakan pembangunan jembatan Weling 1 dan Weling 2 senilai Rp 17 miliar. Juga, pada tahun 2016, mendapatkan dana DAK Infrastruktur untuk pembangunan ruas jalan Air Panas – Beang sepanjang 16km, dengan biaya sebesar Rp 30 miliar. Dan, jalur Tamakh – Buntaru sebesar Rp 20 miliar.

Baca Juga :   Siap Bertarung Lagi di Pilkada Malaka, SBS Ajak Kandidat Lain jadi Petarung Terhormat

Pada kesempatan ini, Fary juga membangun dialog dengan masyarakat yang dari beberapa desa. Hasilnya, masyarakat mengusulkan beberapa titik sumur bor di Mauta dan Tamakh untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Fary pada kesempatan ini berjanji, akan memperjuangkan pembukaan jalur penyeberangan laut dari Pelabuhan Beang yang menghubungkan Pantar dan Kupang, Pantar – Kalabahi, Pantar – Flores. Dirinya juga berkomitmen, akan memperjuangkan pembangunan lagi di sisi darat karena sudah ada pelabuhan yang dibangun Kementerian KPDT tahun 2014 lalu, namun belum optimal karena akses jalan masuk belum ada dan fasilitas pelabuhan belum dibangun.

Diakhir dari dialog dan kunjungannya di Pulau Pantar, Fary mengungkapkan bahwa, Negara mesti hadir di Pantar melalui berbagai program pembangunan. Pantar pantas untuk dikedepankan, bukan lagi yang di belakang.

“Sapaan Wenang yang disampaikan para tokoh masyarakat dan tokoh agama kepada kami adalah bagian dari tanggung jawab bagaimana kami mesti hadir sebagai orang Alor dan Pantar. Bukan lagi orang luar. Tarian lego-lego yang penuh irama dan dinamika menggambarkan perjuangan dalam kebersamaan untuk membangun Pantar. Mudah-mudahan berbagai sentuhan infrastruktur ini membawa berkat bagi warga Pantar” ungkapnya.

Hadir pula dalam kesempatan ini, Gabriel Bina, Wakil Ketua DPRD NTT, serta para mitra Komisi V DPR-RI. (qrs)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top