HUKUM & KRIMINAL

Frans Lebu Raya Apresiasi Inovasi IT “BLAST” yang Dibuat Polres Belu

Gubernur NTT Frans Lebu Raya melaunching program BLAST

ATAMBUA, Kilastimor.com-Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Polres Belu di bawah pimpinan AKBP Yandri Irsan dalam menciptakan Belu Anticipation System (Blast). Hal ini disampaikan oleh Frans Lebu Raya pada saat Launching Blast sebagai acara pembuaka Rapat Kerja (Raker) Polda NTT di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Selasa (29/8).

Menurut Frans Lebu Raya, saat ini, semua pihak dituntut untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih berkualitas. Tuntutan ini tidak hanya diberikan kepada pemerintah, tapi juga untuk TNI-Polri.

“Masyarakat mau yang cepat, masyarakat mau murah, masyarakat mau yang berkualitas. Itulah tantangan untuk kita,” ujarnya.

Sebagai kabupaten yang jumlah penduduknya 205 ribu jiwa dengan luas wilayah kurang lebih 2.446 kilometer persegi, serta berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kabupaten Belu menjadi salah satu wilayah yang sangat rentan terjadinya kejahatan dan gangguan kamtibmas. Karena itu, inovasi ini diciptakan untuk memberikan pelayanan keamanan secara cepat dan tepat kepada masyarakat.

Blast hadir dengan empat inovasi utama yakni Blast Droid, Blast Border Security, Blast Button dan Smart City. Inovasi berbasis IT yang merupakan penjabaran dari 11 program kebijakan Kapolri. Tujuannya untuk memberikan pelayanan yang cepat dan optimal kepada masyarakat guna terwujudkan Polri yang professional, modern dan terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi ini, dapat didownload dari playstore dengan nama aplikasinya Blast Polres Belu. Sebelum menggunakan aplikasi ini diharapkan mengisi data diri secara lengkap. Penggunan juga akan diberikan password untuk login.

Baca Juga :   Pemkot Kupang akan Lanjutkan Program Bedah Rumah

Blast Droid sendiri memiliki sembilan fitur utama. Ada fitur Berita Belu yang terhubung langsung dengan tribaratanewsbelu.com. ada juga fitur nomor penting yang berisi daftar nomor orang penting dan instansi penting di Belu. Ada pula fitur E3 Pilar Kamtibmas yakni dapat mengetahui daftar nama kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas di semua desa selain itu, ada fitur Pengaduan SMS dan Fitur Wisata Belu.

Berikutnya, fitur Pelayanan yang bisa digunakan mengurus SIM dan SKCK, membuat laporan polisi secara online. Bagi yang mendaftar secara online, akan diberikan kode booking. Kode boking ini akan ditunjukan kepada petugas.

Fitur berikutnya adalah fitur Orang Dicari. Fitur ini berisi orang-orang yang masuk dalam daftar pencarian orang karena kasus kriminalitas. Selain itu ada pula Fitur Maps. Melalui fitur ini, kita bisa ketahui letak kantor polisi terdekat dari lokasi keberadaan kita.

Fitur terakhir adalah fitur Panic Button. Jika dalam kondisi darurat keamanan, kita bisa tekan tombol power android lebih dari satu kali. Nanti Petugas di Command Center langsung tahu keberadaan kita dan segera langsung ke lokasi.

Inovasi kedua adalah, Blast Border Security. Inovasi ini dibuat untik menanggulangi kasus penyelundupan kendaraan bermotor (Ranmor). Kendaraan bermotor yang masuk dan keluar menuju Indonesia harus melapor ke Satlantas Polres Belu terlebih dahulu. Kemudian petugas akan identifikasi ranmor itu dan memberikan surat jalan. Dalam surat tersebut terdapat barcode yang terenskripsi apabila kendaraan yang masuk dan keluar. Apabila kendaraan tersebut memiliki perbedaan barcode, maka petugas akan mengidentifikasi ulang dan menindak apabila terindikasi tindak kejahatan.

Baca Juga :   YBS Bersih dan Tidak Terima Fee Pengadaan Bawang Merah di Malaka

Inovasi ketiga adalah Blast Button Stationary. Blast Button Stationary akan dipasang pada obyek-obyek vital seperti bank, pasar dan obyek fital lainnya. Perangkat ini dapat digunakan pada saat kondisi darurat keamanan. Hanya dengan menekan tombol pada perangkat tersebut, maka pihak kepolsian akan mengetahui tempat kejadian perkara melalui pantauan Command Center. Dengan demikian, polisi akan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Inovasi keempat adalah Smart City. Inovasi ini memanfaatkan kamera CCTV, ditempatkan di titik-titik yang rawan kejahatan dan rawan gangguan kamtibmas. Tujuannya mempermudah petugas dalam memantau secara terpusat di Command Center posko promoter Polres Belu.

Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso yang turut hadir, dalam sambutannya mengatakan aplikasi ini dapat membantu masyarakat untuk menjalin hubungan dengan pihak kepolisian.

Lebih lanjut Irjen Pol Agung mengatakan, dengan aplikasi ini, kita berharap masya tidak perlu repot-repot datang ke kantor polisi, biar polisi yang datang ke masyarakat.

“Di NTT kebanyakan orang malu datang ke kantor polisi. Karena kalau orang biasa datang ke kantor polisi dicap negatif,” tuturnya.

Brigjen Pol Agung berpesan kepada Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan untuk terus berinovasi. Semoga dengan aplikasi ini tidak hanya bagus di awal saja, tapi terus ada pembaharuan”. Bagi Kapolres yang lain, ia berpesan agar meniru apa yang sudah dibuat Kapolres Belu.

Baca Juga :   Perserond Tahan Imbang Persab Alor

Pesan ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Gubernur NTT saat menutup sambutannya. “Segala SDM bisa habis. Minyak dan gas kalau kelolah terus pasti akan habis. Ikan kalau ditangkap terus akan habis. Hanya kreativitas dan inovasi lah yang tidak akan pernah habis. Teruslah berinovasi,” pesannya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top