RAGAM

Gubernur: Ada 5.285 Kasus HIV/AIDS di NTT

Gubernur hadiri Rakor HIV/AIDS di Atambua

ATAMBUA, Kilastimor.com-Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengemukakan pengidap HIV/AIDS di NTT saat ini berjumlah 5.285 kasus. Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Penanggulangan HIV/AIDS Tingkat Propinsi NTT di Hotel Matahari, Selasa (29/8).

Bicara soal HIV/AIDS, Frans Lebu Raya mengatakan kasus ini pertama kali muncul di Flores Timur. Saat itu dibawa oleh para TKI ilegal yang pulang dari Malasya.

“Kasus HIV/AIDS pertama kali muncul di daerah saya, yang dibawa oleh mereka yang pergi ke Malaysia secara ilegal,” tuturnya dalam Rakor yang bertajuk “Kemandirian daerah dalam penanggulangan AIDS pasca peraturan presiden Nomor 124 tahu 2016”.

Dijelaskan, dari waktu ke waktu, kasus HIV/AIDS semakin banyak di NTT. Saat ini sudah mencapai 5.285 kasus. Untuk kasus HIV ada 2.593 kasus, sedangkan untuk kasus AIDS ada 2782.

Dari 5 ribu lebih kasus ini, Kota Kupang berada pada urutan teratas dengan 1.141 kasus. Sedangkan Kabupaten Belu terdapat 250 kasus.

Untuk mengatasi hal tersebut, Frans Lebu Raya meminta kepada sumua kalangan untuk sama-sama mengatasinya. Dia juga meminta kepada pemerintah daerah dan desa untuk mengalokasikan sebagian dana guna mencegah dan mengatasi HIV/AIDS.

“Gerakan menanggulangi HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh sekelompok orang saja, tapi perlu kerja banyak orang,” tegasnya.

Selain itu, sebagai propinsi yang berbatasan darat langsung dengan Negara Timor Leste, Gubernur NTT Frans Lebu Raya juga meminta untuk perlu ada kerja sama antar negara terkait penanggulangan HIV/AIDS.

Baca Juga :   Demokrat NTT Tegak Lurus dengan AHY

Baginya, perlu ada pemeriksaan khusus bagi mereka yang keluar masuk di pintu perbatasan. Menurutnya, “Penyakit, tidak ada batas negaranya”.

Untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya HIV/AIDS, bagi Frans Lebu Raya hanya ada satu kata, Komitmen! Kita semua perlu memiliki komitmen bersama untuk menanggulangi HIV/AIDS. Karena itu perlu ada kerja sama secepatnya.

“Saya minta komitmen kita semua. Bekerja tanpa pamrih untuk mencegah dan memberantas HIV/AIDS!” tegasnya. (richi anyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top