HUKUM & KRIMINAL

Ini Jawaban Penyidik Polres Belu atas Berbagai Pertanyaan Keluarga Almarhum Joao Vicente

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pihak penyidik Polres Belu memjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh keluarga almarhum Joao Vicente, dalam kegiatan dengar pendapat yang difasilitasi oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belu, pada Rabu (23/8) di gedung DPRD Belu.

Almarhum Joao Vicente diduga merupakan korban pembunuhan berencana yang jasadnya ditemukan di hutan Baun, Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi I DPRD Belu Marten Naibuti dan KBO Reskrim Polres Belu, Wayan Budiasa, SH bersama tim penyidik. Selain itu, hadir pula pihak keluarga korban yang berjumlah lebih dari 20 orang.

KBO Reskrim, Wayan pada kesempatan pertama menjelaskan kepada keluarga korban bahwa tahapan-tahapan penyidikan sudah disampaikan melalui surat pemberitahuan hasil penyidikan (SP2HP) kepada keluarga korban.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyidikan sekarang sudah dalam tahap pengiriman berkas perkara ke JPU. Pihak JPU masih memeriksa dan meneliti berkas yang dikirim oleh penyidik Reskrim Polres Belu. Karena itu, pihak penyidik masih menunggu berkas yang telah dikirim dari JPU terkait kelanjutan kasus tersebut.

Wayan juga menjelaskan, masih ada satu tersangka yang belum ditangkap yaitu Marius. Karena itu, pihak Polres Belu sudah menetapkan tersangka atas nama Marius sebagai DPO. Polres Belu juga sudah menyebarkan foto pelaku tersebut ke berbagai pintu keluar-masuk Propinsi NTT, baik di pelabuhan, bandara, maupun pintu-pintu perbatasan. Pihak Polres Belu juga sudah bekerjasama dengan Polda-Polda lain untuk ikut melakukan pengejaran. “Secara umum, tidak ada hambatan yang besar dalam kasus ini”, ujarnya.

Baca Juga :   Jembatan dan Taman BJ Habibie di Dili Diresmikan Ramos Horta

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh keluarga korban, Wayan coba menjelaskannya satu per satu.

(Baca juga: Keluarga Almarhum Joao Vicente Adukan Kinerja Penyidik Polres Belu Ke DPRD Belu)

Terkait barang bukti yang disita oleh pihak penyidik berupa mobil dan handphone, Wayan mengatakan, mobil tersebut milik Stefanus Bau Atok, Ketua LVRI, yang digunakan oleh para pelaku. Untuk handphone milik pelaku yang disita sementara dibawa ke Kupang untuk diperiksa oleh ahlinya guna penyidikan lanjutan.

Sedangkan handphone milik korban dan pisau yang digunakan pelaku untuk menikam korban masih dalam tahap pencarian. Pihak kepolisian juga telah mengeluarkan daftar pencarian barang bukti terkait hal tersebut.

Terkait isu korban di bunuh di lokasi lain, Wayan menjelaskan, isu itu tidak benar. Lokasi lain dari hasil keterangan para pelaku selain lokasi di mana tempat ditemukannya jasad Joao Vicente.

Terkait dengan motif pembunuhan, pihak penyidik menggunakan pasal berlapis yaitu pembunuhan berencana. Hal ini sesuai dengan peran masing-masing tersangka sembari menunggu berkas yang sedang diperiksa oleh JPU.

Karena itu, pria berpangkat Ipda ini meminta kepada pihak keluarga dan seluaruh masyarakat Kabupaten Belu u.tuk memberikan dukungan dan bantuan untuk menyelesaikan kasus ini.

“Kami minta dukungan pihak keluarga dan seluruh masyarakat agar apabila mendapatkan infomasi terkait kasus pembunuhan ini maupun terkait keberadaan Marius, segera infokan ke kami. (richi anyan)

Baca Juga :   Pejuang Gender dan Anak Harus Miliki Semangat Rela Berkorban
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top